Pakar: 4 Hari Kerja Tingkatkan Produktivitas
Senin, 05 April 2021 - 01:00 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
LONDON - Menyusul maraknya pekerjaan jarak jauh untuk karyawan di seluruh dunia, perdebatan tentang empat hari kerja dalam seminggu terus mengumpulkan momentum, dari bos dan pekerja. Akibatnya, banyak perusahaan dan bisnis global sekarang mencari cara-cara kreatif untuk memerangi pandemi , sambil membuang waktu lima hari seminggu untuk staf mereka.
Rita Fontinha, Associate Professor of International Business and Strategy di Henley Business School, di University of Reading menuturkan, beberapa perusahaan multinasional, seperti Microsoft dan anak perusahaannya di Jepang, sudah mulai menguji coba empat hari kerja seminggu dan itu berarti bekerja empat hari dengan gaji yang sama.
Baca: Begini Aturan Jam Kerja dan Cuti di UU Ciptaker yang Diteken Jokowi
Dia mengatakan, cara ini ternyata efektif, dengan produktivitas meningkat 40 persen selama masa percobaan.
"Itu terjadi pada musim panas 2019 dan kami memiliki kasus lain, seperti misalnya Unilever di Selandia Baru. Mereka saat ini menerapkan empat hari kerja dalam seminggu sebagai uji coba 12 bulan untuk 81 staf mereka di negara ini, dan mereka sudah mulai melaporkan beberapa peningkatan produktivitas," ucapnya, seperti dilansir Sputnik.
Rita mengatakan, banyak perusahaan di Inggris juga sudah menerapkan empat hari kerja. "Jadi, kami telah melihat bahwa bisnis Inggris telah mulai menerapkannya sampai batas tertentu. Mungkin tidak perlu untuk seluruh tenaga kerja," ungkapnya.
Rita Fontinha, Associate Professor of International Business and Strategy di Henley Business School, di University of Reading menuturkan, beberapa perusahaan multinasional, seperti Microsoft dan anak perusahaannya di Jepang, sudah mulai menguji coba empat hari kerja seminggu dan itu berarti bekerja empat hari dengan gaji yang sama.
Baca: Begini Aturan Jam Kerja dan Cuti di UU Ciptaker yang Diteken Jokowi
Dia mengatakan, cara ini ternyata efektif, dengan produktivitas meningkat 40 persen selama masa percobaan.
"Itu terjadi pada musim panas 2019 dan kami memiliki kasus lain, seperti misalnya Unilever di Selandia Baru. Mereka saat ini menerapkan empat hari kerja dalam seminggu sebagai uji coba 12 bulan untuk 81 staf mereka di negara ini, dan mereka sudah mulai melaporkan beberapa peningkatan produktivitas," ucapnya, seperti dilansir Sputnik.
Rita mengatakan, banyak perusahaan di Inggris juga sudah menerapkan empat hari kerja. "Jadi, kami telah melihat bahwa bisnis Inggris telah mulai menerapkannya sampai batas tertentu. Mungkin tidak perlu untuk seluruh tenaga kerja," ungkapnya.
Lihat Juga :