Sebut Ide Bodoh, Jenderal AU dan AD Amerika Berseteru soal Rudal Jarak

Sabtu, 03 April 2021 - 08:27 WIB
loading...
A A A
Masih harus dilihat apakah komentar Ray adalah serangan pertama dalam apa yang akan menjadi konflik yang lebih besar antara Angkatan Darat dan Angkatan Udara, atau sekadar frustrasi seorang perwira jenderal.

Jenderal Angkatan Udara John Hyten, wakil ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan bahwa Konsep Pertarungan Bersama menyerukan semua layanan untuk dapat melakukan misi serangan jarak jauh.

“Semuanya [sekarang] adalah tentang garis,” kata Hyten pada bulan Agustus, menurut Aviation Week. “Tapi di masa depan, garis-garis itu dihilangkan, yang berarti kemampuan Angkatan Darat dapat memiliki platformnya sendiri, kemampuan untuk mempertahankan diri atau menyerang jauh ke dalam area operasi musuh. Kekuatan Angkatan Laut dapat mempertahankan diri atau menyerang lebih dalam. Angkatan Udara dapat mempertahankan dirinya sendiri dan menyerang lebih dalam. Marinir bisa mempertahankan diri atau menyerang lebih dalam," paparnya.

Selama penampilan bersama awal minggu ini dengan McConville, Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal CQ Brown mencatat bahwa layanan tersebut harus bekerja sama meskipun memiliki perspektif yang berbeda tentang bagaimana kedua layanan melihat medan perang atau lingkungan strategis.

Setelah publikasi laporan ini, seorang pejabat Angkatan Udara memberi tahu Defense News bahwa Brown dan McConville telah berbicara satu sama lain pada tanggal 2 April tentang pernyataan Ray.

"Mereka tahu Angkatan Udara dan Angkatan Darat perlu terus bekerja sama dalam pertahanan bangsa dan berharap untuk membuat kemajuan lebih lanjut menuju tujuan itu," kata pejabat itu yang menolak diidentifikasi.

Brown pun merilis pernyataannya sendiri. “Setiap layanan bertugas mengatur, melatih dan melengkapi pasukan untuk memanfaatkan kemampuan unik, memenuhi persyaratan keamanan nasional, dan untuk mendukung tim gabungan kami. Saya akan menyoroti bahwa selain empat misi inti kami lainnya—superioritas udara, mobilitas global yang cepat, ISR dan C2— Angkatan Udara AS memberi bangsa kita kemampuan serangan global jarak jauh 24/7 yang tak tertandingi," katanya.

"Angkatan Udara akan terus bekerja sama dengan semua rekan tim gabungan kami untuk menyediakan kemampuan yang dibutuhkan bangsa," ujarnya yang dilansir Defense News, Sabtu (3/4/2021).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
AS Habiskan Rp671 Triliun...
AS Habiskan Rp671 Triliun untuk Perang Lawan Iran, Minta Tambahan Anggaran Lagi
Rekomendasi
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved