Diplomat dan Pekerja Bantuan Eksodus Massal dari Korut
Sabtu, 03 April 2021 - 00:22 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum pandemi COVID-19 , Rusia memiliki salah satu misi diplomatik terbesar di Korut, tetapi kehadirannya menyusut baru-baru ini. Berbulan-bulan hidup dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang ketat dan mengatasi kekurangan ekstrim dari barang-barang yang diperlukan, termasuk obat-obatan tampaknya telah membawa dampak yang merugikan.
Perbatasan Korut secara efektif telah dikunci selama berbulan-bulan sebagai bagian dari upaya rezim Kim Jong-un untuk mencegah COVID-19, menelantarkan beberapa diplomat yang beroperasi di dalam Pyongyang.
Maskapai penerbangan milik Korut, Air Koryo, mengoperasikan penerbangan dari Vladivostok di Rusia timur, tetapi rute tersebut juga telah ditangguhkan selama berbulan-bulan. Meninggalkan Korut kabarnya cukup sulit. Pada bulan Februari, beberapa diplomat Rusia menghabiskan lebih dari 34 jam mencoba keluar dari negara itu, perjalanan yang melelahkan yang berakhir dengan setidaknya satu utusan mendorong koper dan anak-anak kecilnya di troli kereta api.
Baca juga: Bak Zaman Kuno, Diplomat Rusia Tinggalkan Korut Pakai Troli Didorong Sendiri
Para ahli percaya Kim Jong-un memutuskan untuk memutus hampir semua hubungan Korut dengan dunia luar karena dia menyadari sistem perawatan kesehatan negaranya yang bobrok akan kewalahan oleh wabah COVID-19.
Strategi Kim Jong-un tampaknya berhasil dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Korut belum melaporkan wabah besar COVID-19, dan tidak ada indikasi telah terjadi, meskipun para ahli meragukan klaim Pyongyang bahwa negara tersebut belum melihat satu kasus pun dari virus tersebut.
Perbatasan Korut secara efektif telah dikunci selama berbulan-bulan sebagai bagian dari upaya rezim Kim Jong-un untuk mencegah COVID-19, menelantarkan beberapa diplomat yang beroperasi di dalam Pyongyang.
Maskapai penerbangan milik Korut, Air Koryo, mengoperasikan penerbangan dari Vladivostok di Rusia timur, tetapi rute tersebut juga telah ditangguhkan selama berbulan-bulan. Meninggalkan Korut kabarnya cukup sulit. Pada bulan Februari, beberapa diplomat Rusia menghabiskan lebih dari 34 jam mencoba keluar dari negara itu, perjalanan yang melelahkan yang berakhir dengan setidaknya satu utusan mendorong koper dan anak-anak kecilnya di troli kereta api.
Baca juga: Bak Zaman Kuno, Diplomat Rusia Tinggalkan Korut Pakai Troli Didorong Sendiri
Para ahli percaya Kim Jong-un memutuskan untuk memutus hampir semua hubungan Korut dengan dunia luar karena dia menyadari sistem perawatan kesehatan negaranya yang bobrok akan kewalahan oleh wabah COVID-19.
Strategi Kim Jong-un tampaknya berhasil dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Korut belum melaporkan wabah besar COVID-19, dan tidak ada indikasi telah terjadi, meskipun para ahli meragukan klaim Pyongyang bahwa negara tersebut belum melihat satu kasus pun dari virus tersebut.
Lihat Juga :