Suu Kyi Hadapi Dakwaan Baru di Bawah Undang-undang Rahasia Negara
Kamis, 01 April 2021 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
Suu Kyi dan koleganya terancam hukuman 14 tahun penjara di bawah undang-undang tersebut seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/4/2021).
Suu Kyi, yang berusia 75 tahun dan memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991 atas upayanya untuk membawa demokrasi ke Myanmar, muncul melalui tautan video untuk audiensi sehubungan dengan dakwaan sebelumnya pada hari Kamis. Pengacaranya yang lain, Min Min Soe, mengatakan dia tampak dalam keadaan sehat.
"Amay Su dan Presiden U Win Myint dalam keadaan sehat," kata pengacara itu, mengacu pada Suu Kyi dengan istilah sayang untuk ibu. Presiden Myanmar, sekutu Suu Kyi, juga digulingkan dan ditahan dalam kudeta tersebut. Dia juga menghadapi berbagai tuduhan.
Baca juga: Makin Kacau, AS Pulangkan Staf Kedubes yang Tidak Penting dari Myanmar
Pengacara mereka mengatakan tuduhan terhadap mereka berdua dibuat-buat.
Setidaknya 538 warga sipil telah tewas dalam aksi protes terhadap kudeta militer, 141 dari mereka terjadi pada hari Sabtu, hari paling berdarah dari kerusuhan, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).
Suu Kyi, yang berusia 75 tahun dan memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991 atas upayanya untuk membawa demokrasi ke Myanmar, muncul melalui tautan video untuk audiensi sehubungan dengan dakwaan sebelumnya pada hari Kamis. Pengacaranya yang lain, Min Min Soe, mengatakan dia tampak dalam keadaan sehat.
"Amay Su dan Presiden U Win Myint dalam keadaan sehat," kata pengacara itu, mengacu pada Suu Kyi dengan istilah sayang untuk ibu. Presiden Myanmar, sekutu Suu Kyi, juga digulingkan dan ditahan dalam kudeta tersebut. Dia juga menghadapi berbagai tuduhan.
Baca juga: Makin Kacau, AS Pulangkan Staf Kedubes yang Tidak Penting dari Myanmar
Pengacara mereka mengatakan tuduhan terhadap mereka berdua dibuat-buat.
Setidaknya 538 warga sipil telah tewas dalam aksi protes terhadap kudeta militer, 141 dari mereka terjadi pada hari Sabtu, hari paling berdarah dari kerusuhan, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).
Lihat Juga :