Satu Juta Migran akan Tiba di Perbatasan AS-Meksiko Tahun Ini

Rabu, 31 Maret 2021 - 09:47 WIB
loading...
Satu Juta Migran akan...
Anak berumur antara 3 tahun dan 9 tahun berada di pusat penampungan migran di Texas, AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pejabat tinggi perbatasan Amerika Serikat (AS) memperkirakan lebih dari satu juta migran akan tiba di perbatasan AS-Meksiko tahun ini.

Perkiraan itu pertanda meningkatnya tantangan kemanusiaan untuk Presiden AS Joe Biden di perbatasan barat daya.

Jika angkanya mencapai 1 juta, itu bisa mencerminkan peningkatan serupa dalam penyeberangan perbatasan pada 2019 selama kepresidenan Donald Trump, ketika hampir 978.000 migran ditahan.

Baca juga: Penyanyi Dangdut AS Kristin Dukung Komunitas Asia Korban Hate Crime

Patroli Perbatasan menangkap sekitar 100.000 migran pada Februari, terbesar dalam sebulan sejak pertengahan 2019.

Baca juga: Rusia Mengaku Tengah Analisa Gerak-gerik AS

“Lebih banyak migran biasanya menyeberang antara April dan Juni,” ungkap Raul Ortiz, wakil kepala Patroli Perbatasan AS.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Luncurkan 'Shareek' untuk Dorong Sektor Swasta

"Kami sudah mulai melihat beberapa hari yang lebih tinggi dengan 6.000 orang lebih," ujar Ortiz. "Jadi saya sangat yakin agen patroli perbatasan bertemu dengan lebih dari satu juta orang tahun ini."

Pemerintahan Biden mengizinkan beberapa wartawan untuk mewawancarai pejabat perbatasan dan mengunjungi fasilitas pemrosesan migran yang ramai di Donna, Texas, pada Selasa menyusul meningkatnya permintaan dari outlet berita untuk akses lebih banyak.

Rekaman itu dibagikan dengan Reuters dan outlet lainnya.

Fasilitas Donna menampung 4.100 migran, yang sebagian besar adalah anak di bawah umur tanpa pendamping. Jumlah itu empat kali lipat dari kapasitas sebelum COVID.

“Lebih dari 2.000 anak migran tanpa pendamping telah ditahan di sana lebih lama dari batas resmi 72 jam,” papar pejabat Patroli Perbatasan Oscar Escamilla.

Dari jumlah tersebut, 39 anak telah terjebak di fasilitas tenda selama lebih dari 15 hari saat mereka menunggu penempatan di tempat penampungan yang diawasi Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

"Itu di luar kendali saya. Untuk alasan apa pun, mereka telah jatuh melalui sistem atau melalui celah," ungkap dia.

Kantor pengungsi HHS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Puluhan ribu migran Amerika Tengah telah melakukan perjalanan ke perbatasan AS-Meksiko dalam beberapa bulan terakhir.

Peningkatan ini didorong kondisi ekonomi yang buruk di wilayah tersebut, efek dari badai yang menghancurkan tahun lalu.

Migran juga berharap diizinkan tetap tinggal di Amerika Serikat saat Biden mencabut beberapa kebijakan imigrasi Trump yang ketat.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas mengatakan pejabat federal bekerja sepanjang waktu untuk segera memindahkan anak-anak dari fasilitas perbatasan yang penuh sesak.

Selama tur di fasilitas Donna, wartawan mengunjungi area untuk anak-anak kecil, yang duduk di dalam boks, menggunakan buku mewarnai dan menonton film.

“Anak-anak, paling muda umur 3 tahun, juga tidur di area itu karena area lain untuk anak-anak tanpa pendamping terlalu ramai,” papar Escamilla.

Escamilla mengatakan, “Seorang gadis muda mengatakan kepadanya bahwa dia tidak tahu negara bagian AS yang dia tuju, hanya saja salju turun di sana.”

Dia mengatakan gadis lain telah kehilangan nomor telepon kontaknya di Amerika Serikat.

Dalam rekaman video dari dalam fasilitas, anak-anak berkerumun dalam "polong" berdinding plastik, berbaring di atas tikar dan ditutupi selimut Mylar.

Rekaman lain menunjukkan rak-rak yang dipenuhi dengan snack bar, popok dan botol bayi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved