Penumpukan Militer Rusia di Perbatasan Bikin Panglima Ukraina Ketar Ketir

Selasa, 30 Maret 2021 - 23:26 WIB
loading...
Penumpukan Militer Rusia...
Penumpukan militer Rusia di perbatan picu kekhawatiran panglima Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
KYIV - Rusia sedang membangun angkatan bersenjata di dekat perbatasan Ukraina adalah ancaman bagi keamanan negara. Hal itu dikatakan Panglima Tertinggi Ukraina Ruslan Khomchak, menuduh Moskow mengejar "kebijakan agresif" terhadap Kyiv.

Dalam sambutannya di depan parlemen, Khomchak juga menuduh separatis pro-Moskow secara sistematis melanggar gencatan senjata dalam konflik di timur Ukraina yang disepakati pada Juli 2020.

Ukraina dan Rusia saling menyalahkan atas lonjakan kekerasan dalam konflik tersebut, yang menurut Kyiv telah menewaskan 14.000 orang sejak 2014.

Pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia saling menuduh melanggar gencatan senjata, dan anggota parlemen mengatakan 26 tentara Ukraina telah tewas tahun ini, termasuk empat orang tewas oleh penembak jitu pekan lalu.

Baca juga: Merudal Pesawat Ukraina, Iran Salahkan Operator Rudal dan Radar

"Federasi Rusia melanjutkan kebijakan agresifnya terhadap Ukraina," kata Khomchak kepada parlemen seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/3/2021).

Khomchak mengatakan pasukan Rusia dari berbagai daerah telah berkumpul di dekat perbatasan Ukraina dengan kedok menjaga kesiapan tempur dan mempersiapkan latihan, melakukan peningkatan bertahap pasukan di dekat perbatasan negara bagian Ukraina.

"Konsentrasi tambahan hingga 25 kelompok taktis diharapkan, yang, bersama dengan pasukan yang sudah dikerahkan di dekat perbatasan negara bagian Ukraina, menimbulkan ancaman bagi keamanan militer negara," ujar Khomchak.

Dia menambahkan bahwa Moskow menahan 32.700 tentara di Crimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014, sementara para perwira memerintahkan 28.000 prajurit separatis yang ditempatkan di wilayah pendudukan sementara di Ukraina timur.

Baca juga: Ukraina Tegaskan Tidak akan Pernah Pakai Vaksin Buatan Rusia

Ukraina, negara-negara Barat dan anggota NATO menuduh Rusia mengirimkan pasukan serta senjata berat untuk menopang kelompok separatis. Moskow mengatakan hanya memberikan dukungan politik dan kemanusiaan kepada para pemberontak serta mengatakan warga Rusia yang bertempur di Ukraina adalah sukarelawan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved