Lawan Tekanan China, Taiwan dan AS Teken Kesepakatan Kerja Sama Penjaga Pantai

Jum'at, 26 Maret 2021 - 20:42 WIB
loading...
Lawan Tekanan China,...
Taiwan-AS tandatangani kesepakatan kerja sama penjaga pantai untuk melawan tekanan dari China. Foto/Ilustrasi/Asian Times
A A A
TAIPEI - Taiwan dan Amerika Serikat (AS) menandatangani perjanjian yang dimaksudkan untuk menikatkan kerja sama antara penjaga pantai kedua negara. Kesepakatan ini adalah upaya untuk melawan aktivitas maritim China yang semakin dominan.

"Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman yang membentuk kelompok kerja untuk meningkatkan komunikasi, membangun kerja sama, dan berbagi informasi tentang upaya terkait penjaga pantai," menurut pernyataan dari American Institute, kedutaan de facto AS, di Taipei, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (26/3/2021).

China telah menggunakan berbagai metode untuk menekan Taiwan, mulai dari mengirim kapal induk melalui Selat Taiwan dan jet ke zona identifikasi pertahanan udaranya, hingga menggunakan sejumlah besar kapal penangkap ikan sebagai milisi maritim.

Awal pekan ini, AS menyatakan keprihatinan atas kehadiran lebih dari 200 kapal penangkap ikan China di dekat terumbu yang disengketakan di Laut China Selatan.

China juga telah mengirim ratusan kapal keruk pasir ke pulau-pulau yang dikendalikan Taiwan di dekat provinsi Fujian, provinsi terdekat China dengan wilayah yang memerintah sendiri itu. Kapal penjaga pantai Taiwan telah menyita banyak kapal keruk di lepas pantai Matsu, tetapi jumlahnya sangat banyak.

Baca juga: Taiwan Mulai Produksi Massal Rudal Jarak Jauh
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
Houthi Menyatakan Siap...
Houthi Menyatakan Siap Konfrontasi Langsung Lawan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved