Taiwan Mulai Produksi Massal Rudal Jarak Jauh
Kamis, 25 Maret 2021 - 16:43 WIB
loading...
Taiwan mengatakan bahwa mereka telah memulai produksi massal rudal jarak jauh dan sedang mengembangkan tiga model lainnya. Foto/REUTERS
A
A
A
TAIPEI - Taiwan telah memulai produksi massal rudal jarak jauh dan sedang mengembangkan tiga model lainnya. Ini adalah pengakuan yang langka dari Taiwan soal mengembangkan kapasitas serangan di tengah meningkatnya tekanan China.
Angkatan Bersenjata Taiwan, yang dikerdilkan oleh China, berada di tengah-tengah program modernisasi untuk menawarkan pencegah yang lebih efektif, termasuk kemampuan untuk menyerang balik pangkalan militer di dalam negeri China jika terjadi konflik.
Berbicara di hadapan parlemen, Menteri Pertahanan Taiwan, Chiu Kuo-cheng mengatakan mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh adalah prioritas.Baca juga: Menaker 'Lobi' Taiwan Terkait Penempatan Pekerja dan Pemulangan Awak Kapal
"Kami berharap itu (rudal) jarak jauh, akurat dan bergerak. Penelitian tentang senjata semacam itu oleh Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan tidak pernah berhenti," ucapnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (25/3/2021).
Sementara itu, Wakil Direktur Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan, Leng Chin-hsu mengatakan satu rudal jarak jauh berbasis darat telah memasuki produksi, dengan tiga rudal jarak jauh lainnya sedang dalam pengembangan.
Angkatan Bersenjata Taiwan, yang dikerdilkan oleh China, berada di tengah-tengah program modernisasi untuk menawarkan pencegah yang lebih efektif, termasuk kemampuan untuk menyerang balik pangkalan militer di dalam negeri China jika terjadi konflik.
Berbicara di hadapan parlemen, Menteri Pertahanan Taiwan, Chiu Kuo-cheng mengatakan mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh adalah prioritas.Baca juga: Menaker 'Lobi' Taiwan Terkait Penempatan Pekerja dan Pemulangan Awak Kapal
"Kami berharap itu (rudal) jarak jauh, akurat dan bergerak. Penelitian tentang senjata semacam itu oleh Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan tidak pernah berhenti," ucapnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (25/3/2021).
Sementara itu, Wakil Direktur Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan, Leng Chin-hsu mengatakan satu rudal jarak jauh berbasis darat telah memasuki produksi, dengan tiga rudal jarak jauh lainnya sedang dalam pengembangan.
Lihat Juga :