Dianggap Sebar 'Hoaks' Soal Xinjiang, China Sanksi Anggota Parlemen Inggris

Jum'at, 26 Maret 2021 - 15:35 WIB
loading...
Dianggap Sebar Hoaks...
China menjatuhkan sanksi kepada sejumlah individu dan entitas Inggris terkait permasalahan Xinjiang. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - China menjatuhkan sanksi kepada organisasi dan individu asal Inggris atas apa yang disebutnya sebagai "kebohongan dan disinformasi" tentang Xinjiang . Sanksi ini dijatuhkan beberapa hari setelah Inggris menjatuhkan sanksi atas pelanggaran hak asasi manusia di wilayah barat China.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China memberikan sanksi kepada empat entitas dan sembilan individu, termasuk anggota parlemen seperti mantan pemimpin Partai Konservatif Iain Duncan Smith dan Komisi Hak Asasi Manusia Partai Konservatif. Dalam sebuah pernyataan, mereka yang dijatuhkan sanksi dianggap dengan jahat menyebarkan kebohongan dan disinformasi.

Dengan dijatuhkannya sanksi tersebut, Kemlu China mengatakan, individu dan anggota keluarganya dilarang memasuk wilayah China. Sanksi juga melarang warga dan institusi China berbisnis dengan mereka.

Langkah tersebut merupakan pembalasan atas serangkaian sanksi terkoordinasi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Inggris dan Kanada terhadap Beijing atas apa yang mereka katakan sebagai pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang. Beijing juga telah menerapkan sanksi pembalasan terhadap UE.

Baca juga: Uni Eropa Setujui Sanksi China, Pertama dalam Tiga Dekade

"China dengan tegas bertekad untuk menjaga kedaulatan nasionalnya, kepentingan keamanan dan pembangunannya, dan memperingatkan pihak Inggris untuk tidak melangkah lebih jauh ke jalan yang salah," kata Kemlu China.

"Jika tidak, China akan dengan tegas membuat reaksi lebih lanjut," sambungnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/3/2021).

Kedutaan Inggris di China tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

“Merupakan tugas kami untuk menyerukan pelanggaran hak asasi manusia oleh Pemerintah China di #HongKong & genosida #Uighur,” kata Iain Duncan Smith, salah satu anggota parlemen yang diberi sanksi oleh China pada hari Jumat, di Twitter.

Baca juga: AS, Eropa dan NATO Rapatkan Barisan untuk Melawan China

"Jika itu membuat saya marah China, saya akan memakai lencana kehormatan itu," sambungnya.

Aktivis dan pakar hak asasi PBB mengatakan setidaknya 1 juta Muslim telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang. Para aktivis dan beberapa politisi Barat menuduh China menggunakan penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi. China telah berulang kali membantah semua tuduhan pelecehan itu dan mengatakan kamp-kampnya menawarkan pelatihan kejuruan dan diperlukan untuk melawan ekstremisme.

“Tampaknya saya mendapat sanksi dari pemerintah RRC (China) karena mengungkapkan kebenaran tentang tragedi #Uighur di #Xinjiang, dan karena memiliki hati nurani,” kata Jo Smith Finley, pakar Uighur di Universitas Newcastle, di Twitter.

“Baiklah, biarlah. Saya tidak menyesal telah berbicara, dan saya tidak akan dibungkam," ia menambahkan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved