Ditembakkan Korut, Ini Penampakan Rudal Taktis Berhulu Ledak 2,5 Ton

Jum'at, 26 Maret 2021 - 07:45 WIB
loading...
Ditembakkan Korut, Ini...
Aktivitas uji tembak rudal taktis baru dengan hulu ledak 2,5 ton oleh pasukan Korea Utara, Kamis (25/3/2021). Foto/Twitter @AuroraIntel
A A A
PYONGYANG - Rezim Kim Jong-un di Korea Utara (Korut) mengonfirmasi bahwa pihaknya menguji tembak peluru kendali (rudal) taktis yang di-upgrade atau baru. Rezim Kim Jong-unjuga merilis foto-foto uji tembak rudal berbahan bakar padat dan membawa hulu ledak seberat 2,5 ton tersebut.

Uji tembak misil taktis ini adalah yang kedua bagi Pyongyang dalam seminggu.

Baca juga: OPM Bakal Dinyatakan Teroris, Benny Wenda: Indonesia yang Teroris

Mengutip media pemerintah, KCNA, pada Jumat (26/3/2021), manuver yang membuat Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) siaga itu dilakukan pada hari Kamis kemarin.

"Proyektil tersebut secara akurat mencapai target yang ditetapkan di perairan 600 kilometer di lepas pantai timur Korea," bunyi laporan media pemerintah tersebut.

Laporan itu menambahkan bahwa uji tembak rudal taktis baru itu diawasi oleh Ri Pyong-chol, seorang anggota biro politik Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara.

Militer Korea Selatan memperikirakan senjata itu ditembakkan dari provinsi Hamgyong Selatan, Korea Utara, dan terbang sekitar 450 kilometer (280 mil) sebelum jatuh ke Laut Jepang.

Uji tembak misil hari Kamis terjadi hanya empat hari setelah Korea Utara menembakkan dua rudal jelajah jarak pendek ke Laut Kuning, wilayah perairan antara Semenanjung Korea dan China.

Peluncuran rudal jelajah tidak secara eksplisit dilarang di bawah cakupan resolusi PBB tentang Korea Utara. Resolusi itu melarang uji coba rudal balistik.

Tak lama setelah Pyongyang mengonfirmasi uji tembak rudal taktis baru, Washington mengecam peningkatan aktivitas misil di negara tertutup itu, dengan menyebut uji coba senjata itu sebagai tindakan destabilisasi. Padahal, pada uji tembak misil Korut yang pertama Presiden Joe Biden meremehkan bahkan menertawakannya.

"Peluncuran ini melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB dan mengancam kawasan dan komunitas internasional yang lebih luas," kata Departemen Luar Negeri AS.

Baca juga: Pagi Ini, Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal ke Laut Jepang

Ada spekulasi bahwa serentetan peluncuran misil terbaru Korut mungkin diatur waktunya dengan konferensi pers pertama Presiden AS Joe Biden, yang diadakannya pada Kamis malam. Anggota parlemen Korea Selatan yang diberi pengarahan oleh badan intelijen nasional (NIS) setelah peluncuran rudal terbaru Pyongyang mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa tekanan Biden dianggap sebagai salah satu kemungkinan alasan di balik rentetan misil yang ditembakkan oleh Pyongyang dalam beberapa hari terakhir.

Awal bulan ini, Korea Utara secara resmi mengesampingkan kontak apa pun dengan pemerintah AS yang baru setidaknya sampai Washnigton meninggalkan kebijakan permusuhannya terhadap negara tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Utara, Choe Son Hui, menjuluki berbagai upaya pejabat AS untuk menjangkau Korea Utara sebagai "trik murahan", dan gagasan bahwa Pyongyang akan segera menimbulkan ancaman sebagai "teori gila".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved