Pagi Ini, Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Korut ke Laut Jepang

Kamis, 25 Maret 2021 - 07:18 WIB
loading...
Pagi Ini, Rezim Kim...
Rudal-rudal Korea Utara saat dipamerkan dalam parade militer untuk memperingati 8 tahun Kongres Partai Buruh Korea, 14 Januari 2021. Foto/KCNA via REUTERS
A A A
PYONGYANG - Pasukan rezim Kim Jong-un menembakkan sebuah rudal balistik Korea Utara (Korut) ke Laut Jepang pagi ini (25/3/2021). Ini merupakan uji tembak kedua rudal balistik Korea Utara setelah hari Minggu lalu.

Coast Guard Jepang mendesak kapal-kapal agar tidak mendekati objek yang jatuh di Laut Jepang dan meminta informasi tentang misil tersebut.

Baca juga: Pertama sejak Biden Menjabat, Korea Utara Uji Coba Rudal

"Itu mungkin rudal balistik. Itu belum jatuh di dalam wilayah Jepang dan diyakini tidak jatuh dalam zona ekonomi eksklusif Jepang," kata Kementerian Pertahanan Jepang melalui seorang juru bicaranya kepada wartawan.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, juga melaporkan bahwa proyektil tak dikenal diluncurkan ke Laut Timur—sebutan lain untuk Laut Jepang.

Ini adalah peluncuran rudal kedua dari Korea Utara dalam kurun waktu empat hari. Pada hari Minggu, dua proyektil ditembakkan dari Onchon dan jatuh ke Laut Kuning, wilayah perairan antara semenanjung Korea dan China.

Pejabat Amerika Serikat dan Korea Selatan mengatakan itu adalah rudal jelajah jarak pendek.

Pyongyang belum mengomentari peluncuran rudal apa pun. Minggu lalu, media pemerintah; DPRK, mengutip adik pemimpin Korut Kim Jong-un; Kim Yo-jong, yang memperingatkan AS agar tidak berusaha keras untuk menyebabkan bau busuk di tanah Korea Utara.

"Jika ingin tidur dengan nyenyak selama empat tahun mendatang, sebaiknya jangan menyebabkan bau pada langkah pertama," katanya merujuk pada pemerintahan Joe Biden-Kamala Harris. Peringatan itu disampaikan setelah Amerika dan Korea Selatan kembali menggelar latihan perang gabungan.

Baca juga: Adik Kim Jong-un Warning AS: Jangan Bikin Bau Busuk Jika Ingin Tidur Nyenyak

Pengembangan dan uji coba rudal balistik Korut secara eksplisit dikecam oleh PBB dalam serangkaian resolusi dan pemberlakuan sanksi ekonomi yang ekstensif terhadap Pyongyang, mulai tahun 2006.

Resolusi PBB tidak mengatakan apa-apa tentang rudal jelajah. PBB telah berusaha untuk memaksa Korea Utara untuk bergabung kembali dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, yang ditariknya pada tahun 2003 setelah pemerintah AS menuduhnya melakukan pengayaan uranium ilegal.

Pyongyang berargumen bahwa program senjatanya adalah tindakan defensif terhadap AS, yang memiliki pangkalan di Jepang dan Korea Selatan. Konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan yang dimulai pada tahun 1950—dan akhirnya menarik China di satu sisi dan pasukan PBB yang didominasi AS di sisi lain—dibekukan oleh gencatan senjata Juli 1953, tetapi tidak pernah secara resmi berakhir.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Balas Dendam Israel!...
Balas Dendam Israel! Iran Dibombardir Rudal Balistik Pasca Ketegangan
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved