Intelijen Barat Curiga Iran Sembunyikan Alat untuk Membuat Bom Nuklir

loading...
Intelijen Barat Curiga Iran Sembunyikan Alat untuk Membuat Bom Nuklir
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat paparkan slide dokumen pembuatan bom nuklir Iran tahun 2018. Dokumen itu diklaim dicuri oleh Mossad dalam operasi rahasia. Foto/Times of Israel
LONDON - Para pejabat intelijen Barat curiga bahwa Iran menyembunyikan peralatan yang memungkinkannya untuk membuat bom nuklir . Mereka khawatir peralatan itu disembunyikan dari pengawas internasional.

Berbicara kepada The Telegraph, Senin (22/3/2021), para pejabat yang berbicara tanpa menyebutkan namanya itu mengatakan bahwa mereka khawatir rezim Teheran menyembunyikan bagian-bagian penting dan pompa untuk sentrifugal yang digunakan guna memperkaya uranium 90 persen atau ke level senjata.

Baca juga: BREAKING-Supermarket King Soopers AS Ditembaki, Banyak Orang Berjatuhan

Menurut laporan itu, mesin-mesin penting diduga disembunyikan di situs rahasia yang dijalankan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. The Telegraphtidak merinci intelijen dari negara mana yang menaruh kecurigaan seperti itu.

Rezim Teheran belum berkomentar atas laporan itu. Namun, Iran selama ini menyangkal bahwa program nuklirnya memiliki tujuan militer atau untuk membuat bom atom. Kendati demikian, rezim Teheran telah berulang kali mengancam akan melenyapkan Israel dan mengatakan bahwa mereka dapat memperkaya uranium hingga 90% dengan cepat jika menginginkannya.



Teheran menandatangani kesepakatan dengan kekuatan dunia pada 2015, yang membatasi program nuklirnya—termasuk pada persenjataan—dengan imbalan pencabutan sanksi.

Teheran mulai melanggar komitmennya pada kesepakatan tersebut setelah mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan kesepakatan itu dan menerapkan kembali sanksi AS terhadap Iran pada 2018.

Sejak AS meninggalkan kesepakatan nuklir, Iran telah keluar dari batasan pakta pada persediaan uraniumnya dan telah mulai memperkaya uranium hingga 20%, satu langkah teknis yang lebih maju namun masih jauh dari level senjata.

Iran selama ini dituduh menyembunyikan aktivitas nuklirnya dari komunitas internasional. Tuduhan itu salah satunya dilontarkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Parlemen Iran yang didominasi kubu konservatif pada bulan lalu memerintahkan pemerintah untuk mulai membatasi beberapa inspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Setelah itu, kepala IAEA, Rafael Grossi, membuat kesepakatan teknis sementara dengan Teheran.



Rezim Teheran mengonfirmasi bahwa Iran akan terus mengizinkan akses untuk pengawas PBB ke situs nuklirnya, tetapi selama tiga bulan akan melarang inspeksi situs non-nuklir lainnya.

Menurut sebuah laporan bulan lalu, inspektur IAEA pada musim panas lalu menemukan partikel uranium di dua situs nuklir Iran yang coba diblokir oleh rezim Teheran.

Baca juga: Iran: Ironis, Israel Bangun Fasilitas Senjata Nuklir tapi Diperlakukan Istimewa
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top