Penembakan King Soopers AS: Orang-orang Lari, Penembakan Berlangsung Cepat

Selasa, 23 Maret 2021 - 08:57 WIB
loading...
Penembakan King Soopers...
Para petugas polisi tiba di supermarket King Soopers di Boulder, Colorado, AS, setelah pria bersenjata mengumbar banyak tembakan di dalamnya pada Senin (22/3/2021) sore. Foto/REUTERS/Cecil Disharoon
A A A
BOULDER - Seorang pria bersenjata mengumbar banyak tembakan di dalam supermarket King Soopers di Boulder, Colorado, Amerika Serikat (AS) Senin sore waktu setempat. Para saksi mata menggambarkan penembakan itu berlangsung cepat.

Laporan sementara menyatakan enam orang tewas, termasuk seorang petugas polisi.

Baca juga: BREAKING-Supermarket King Soopers AS Ditembaki, Banyak Orang Berjatuhan

Dua saksi mata, Neven Sloan dan istrinya; Quinlyn Sloan, mengatakan bahwa mereka berada di toko ketika penembakan dimulai. Neven sedang berproduksi sedangkan istrinya bekerja di perusahaan susu.

Mereka berlari untuk menemukan satu sama lain dan kemudian melarikan diri.

"Tembakan itu mula-mula diredam dan kemudian saya mendengarnya bergema di toko dan saya tahu kami harus keluar," kata Neven Sloan.

Dia berlari kembali ke dalam untuk membantu orang lain keluar begitu dia tahu istrinya sudah aman di luar. "Saya merasakan dorongan untuk kembali," katanya, seperti dikutip Denver Post, Selasa (23/3/2021).

Quinlyn Sloan mengatakan dia tidak tahu apa suara keras yang pertama. "Kemudian orang-orang mulai berlari. Beberapa berdiri diam seolah mereka tidak tahu apa yang terjadi. Kemudian (penembakan) berlangsung dengan cepat," katanya.

Pejabat Departemen Kepolisian Boulder men-tweet peringatan pada pukul 14.49. Senin untuk orang-orang agar menghindari area supermarket karena ada penembak aktif.

Baca juga: Supermarket King Soopers AS Ditembaki, 6 Tewas Termasuk Polisi

Kendaraan aparat penegak hukum dan petugas polisi berkumpul di luar toko bahan makanan, termasuk tim SWAT, dan setidaknya tiga helikopter berada di atas atap toko.

Beberapa jendela di depan toko rusak. Pihak berwenang melalui pengeras suara mengatakan gedung supermarket itu dikepung. "Anda harus menyerah," teriak polisi terhadap pelaku penembakan.

Polisi meminta pelaku untuk keluar dengan tangan terangkat dan tidak bersenjata.

Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan ikut membantu penyelidikan atas permintaan polisi Boulder.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan Presiden Joe Biden telah diberi briefing terkait penembakan di supermarket King Soopers di Boulder.

Belum ada laporan resmi tentang total jumlah korban jiwa, selain laporan media setempat yang menyebut ada enam korban tewas termasuk seorang polisi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved