Pernah Nyimeng Alias Isap Ganja, 5 Staf Presiden Biden Dipecat

Sabtu, 20 Maret 2021 - 12:41 WIB
loading...
Pernah Nyimeng Alias...
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Lima staf Administrasi Joe Biden dipecat karena pernah mengisap ganja atau dikenal dengan istilah nyimeng. Meski dipecat, tindakan lima karyawan itu mungkin saja tidak melanggar undang-undang karena penggunaan ganja sudah dilegalkan di banyak negara bagian di AS.

Lima staf yang dipecat itu belum lama bergabung dengan Gedung Putih. Gedung Putih membenarkan bahwa penggunaan ganja di masa lalu sebagai alasan pemecatan mereka, karena ada perubahan pada kebijakan yang melarang pengguna narkoba untuk bekerja di Gedung Putih.

Baca juga: Shahab-3, Rudal Iran Paling Menakutkan Penjangkau Seluruh Timur Tengah Termasuk Israel

"Gedung Putih telah bekerja sama dengan layanan keamanan untuk memperbarui kebijakan guna memastikan bahwa penggunaan ganja di masa lalu tidak secara otomatis mendiskualifikasi staf untuk bertugas di Gedung Putih," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki di Twitter, Sabtu (20/3/2021).

“Akibatnya, lebih banyak orang akan melayani di masa lalu yang tidak memiliki tingkat penggunaan narkoba yang sama baru-baru ini. Intinya begini: dari ratusan orang yang dipekerjakan, hanya lima orang yang mulai bekerja di Gedung Putih tidak lagi dipekerjakan karena kebijakan ini," ujar Psaki.

Menurut laporan NBC News dari akhir bulan lalu yang dibagikan oleh Psaki, Administrasi Biden sedang berjuang untuk mengisi posisi kunci di Gedung Putih karena prevalensi penggunaan ganja untuk rekreasi.

Ganja legal di 15 negara bagian, serta District of Columbia (DC), tempat Gedung Putih berada, tetapi belum legal secara federal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Tulis Grafiti 'Balas Dendam'
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Perkuat Ketahanan Bencana,...
Perkuat Ketahanan Bencana, Pertagas OEJA Gelar Kencana Si Udin di Gresik
30 Tahun Kudatuli, Megawati...
30 Tahun Kudatuli, Megawati Resmikan Monumen dan Sampaikan Pesan Tegas: Jangan Terjadi Lagi!
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
Berita Terkini
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved