Menteri Suriah: AS Menjarah Banyak Minyak seperti Bajak Laut
Sabtu, 20 Maret 2021 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Sementara pejabat AS mempertahankan kehadiran militer di Suriah—ilegal menurut hukum internasional—dimaksudkan untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok ISIS, mantan presiden Donald Trump sering berbicara terus terang tentang keinginan untuk merebut kekayaan minyak negara itu.
Baca juga: Shahab-3, Rudal Iran Paling Mematikan Penjangkau Seluruh Timur Tengah Termasuk Israel
“Kami mengamankan minyaknya—ingat itu,” kata Trump saat menjabat Presiden saat itu pada Oktober 2019. “Saya selalu mengatakan bahwa: 'Amankan minyaknya'. Kami ingin mengamankan minyaknya. Empat puluh lima juta dollar sebulan?Amankan minyaknya."
Meskipun Trump sebagian besar mengabaikan dorongan Presiden Barack Obama untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad—yang membuat AS menggelontorkan ratusan juta dollar ke dalam kelompok militan yang terkait dengan jihadis—ia berulang kali membela pendudukan ladang minyak sambil memperluas kebijakan itu.
Baca juga: Shahab-3, Rudal Iran Paling Mematikan Penjangkau Seluruh Timur Tengah Termasuk Israel
“Kami mengamankan minyaknya—ingat itu,” kata Trump saat menjabat Presiden saat itu pada Oktober 2019. “Saya selalu mengatakan bahwa: 'Amankan minyaknya'. Kami ingin mengamankan minyaknya. Empat puluh lima juta dollar sebulan?Amankan minyaknya."
Meskipun Trump sebagian besar mengabaikan dorongan Presiden Barack Obama untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad—yang membuat AS menggelontorkan ratusan juta dollar ke dalam kelompok militan yang terkait dengan jihadis—ia berulang kali membela pendudukan ladang minyak sambil memperluas kebijakan itu.
(min)
Lihat Juga :