Serang Seorang Nenek Etnis China, Pria AS Berakhir di Rumah Sakit

Jum'at, 19 Maret 2021 - 00:22 WIB
loading...
Serang Seorang Nenek...
Seorang pria AS harus dibawa ke rumah sakit setelah nenek beretnis China yang diserangnya melawan balik. Foto/ABC7
A A A
SAN FRANCISCO - Seorang pria di Amerika Serikat (AS) harus berakhir di rumah sakit dan berurusan dengan pihak kepolisian setelah melakukan penyerangan terhadap seorang wanita tua etnis China . Pria tersebut terluka sehingga harus ditandu untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah wanita tua yang diserangnya memberikan perlawanan.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya serangan rasial terhadap komunitas Asia-Amerika sejak dimulainya pandemi virus Corona baru satu tahun lalu.

Xiao Zhen Xie (76) mengatakan dia sedang menunggu di lampu lalu lintas ketika tersangka meninju dekat mata kirinya dan instingnya pun muncul untuk membela diri," lapor berita setempat.

Baca juga: Delapan Tewas dalam Penembakan di 3 Spa AS, 6 Diantaranya Wanita Asia

"Dia menemukan tongkat di sekitar daerah itu dan melawan," kata putri wanita itu, Dong-Mei Li, seperti dikutip Al Arabiya dari media lokal KPIX, Jumat (19/3/2021).

Mei Li mengatakan ibunya tidak bisa melihat dari mata kirinya akibat serangan itu dan dia belum bisa makan sejak serangan itu.

Polisi San Francisco sedang menyelidiki insiden itu sebagai serangan serius, namun tidak jelas apakah serangan itu terkait dengan ras korban.

Dalam sebuah video yang dibagikan secara luas di media sosial, penyerang terlihat berdarah dan diborgol ke tandu saat dikelilingi oleh polisi.



Sebelumnya pada hari itu, pria tua lainnya di daerah itu, berusia 83, juga diserang oleh tersangka yang sama dan dirawat di rumah sakit, menurut laporan itu.

Beberapa jam sebelumnya, polisi di negara bagian Georgia sedang mencari petunjuk tentang apa yang memicu penembakan fatal terhadap delapan orang, enam di antaranya wanita Asia, dalam serangkaian serangan di kawasan Atlanta.

Terdakwa pria bersenjata berusia 21 tahun, Robert Aaron Long, yang berkulit putih, mengaku kepada penyelidik bahwa kecanduan seks membuatnya melakukan aksi kekerasan di tiga spa - dua di antaranya di Atlanta dan satu di Distrik Cherokee sekitar 64 kilometer di utara gedung DPR negara bagian, kata petugas penegak hukum.

Tetapi pihak berwenang tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa serangan itu dimotivasi, setidaknya sebagian, oleh sentimen anti-imigran atau anti-Asia, atau sebab lainnya.

Baca juga: FBI di Bawah Tekanan Setelah Gagal Halau Kejahatan Rasial Terhadap Warga Asia

Terlepas dari motif tersangka, pembunuhan tersebut menempatkan masalah kejahatan rasial anti-Asia di tengah wacana nasional.

Sebuah laporan oleh Center for the Study of Hate and Extremism bulan ini menunjukkan bahwa kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika di 16 kota besar AS naik 149 persen dari 2019 hingga 2020, periode ketika kejahatan rasial secara keseluruhan turun 7 persen.

Para pembela hak-hak sipil mengatakan kenaikan itu tampaknya terkait dengan orang Asia dan Amerika Asia yang disalahkan atas pandemi, yang berasal dari China. Mantan Presiden Donald Trump menyebut novel coronavirus sebagai "virus China", "wabah China", dan bahkan "kung flu".

Baca juga: Pembantai 8 Orang di Panti Pijat AS Mengaku Kecanduan Seks
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved