Biden: Sulit Penuhi Target 1 Mei untuk Tarik Pasukan dari Afghanistan

Kamis, 18 Maret 2021 - 04:17 WIB
loading...
Biden: Sulit Penuhi...
Tentara AS berada di Kabul, Afghanistan, pada 17 September 2020. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengakui "sulit" baginya memenuhi tenggat waktu 1 Mei untuk menarik pasukan terakhir dari Afghanistan dan mengakhiri perang terpanjang Amerika.

Komentar Biden kepada ABC News adalah yang paling terbuka sampai saat ini tentang tenggat waktu yang ditetapkan dalam kesepakatan dengan Taliban di era mantan Presiden Donald Trump pada Februari 2020.

Wawancaranya ditayangkan sehari sebelum delegasi Rusia, China, Amerika Serikat, Pakistan, pejabat tinggi Afghanistan dan pemimpin oposisi serta negosiator Taliban bertemu di Moskow dalam upaya memulai pembicaraan damai yang menemui jalan buntu.

Baca juga: Erdogan: Arab Saudi Menginginkan Drone Bersenjata Buatan Turki

Beberapa pejabat AS dan banyak pakar khawatir jika pasukan internasional yang dipimpin AS pergi sebelum kesepakatan damai tercapai, Afghanistan dapat terjerumus ke dalam perang saudara baru, memberi al Qaeda tempat perlindungan baru.

Baca juga: Segini Harga TF-X Turki, Jet Tempur Pertama Umat Islam

"Saya sedang dalam proses membuat keputusan itu sekarang, kapan mereka akan pergi," ujar Biden tentang 2.500 tentara AS terakhir di Afghanistan.

Lihat infografis: Negara-negara Ini Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca

"Itu bisa saja terjadi, tapi itu sulit," papar dia.

Biden mengatakan kesepakatan Trump tidak "dinegosiasikan dengan sangat solid". Meski begitu, Biden tetap mempertahankan jabatan utusan perdamaian Zalmay Khalilzad, diplomat veteran AS yang sebelumnya bekerja untuk Trump.

Taliban telah memperingatkan pihaknya dapat melanjutkan serangan terhadap pasukan internasional yang dipimpin AS jika Biden meleset dari tenggat waktu.

Kesepakatan 2020 menyatakan penarikan AS berbasis kondisi bertahap.

Trump memerintahkannya negosiasi dilanjutkan meskipun terjadi lonjakan kekerasan yang sebagian besar dilakukan Taliban.

Taliban membantah bahwa para pejuang al Qaeda tetap berada di Afghanistan, di mana para pemberontak memberikan tempat perlindungan bagi para ekstremis Islam ketika mereka merencanakan serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Taliban menyangkal tanggung jawab atas kekerasan yang meningkat.

Saat menjabat, Biden memerintahkan peninjauan kesepakatan 2020 tersebut.

Tetapi dalam mempertahankan Khalilzad, Biden mengadopsi sebagian besar kesepakatan perdamaian yang diusulkan yang dirancang pada akhir pemerintahan Trump.

Usulan itu mendesak residen Afghanistan yang didukung AS, Ashraf Ghani untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sementara, yang setengah anggotanya akan dipilih Taliban.

Ghani berulang kali menolak untuk menyingkir, dengan mengatakan pemilihan harus memutuskan perubahan dalam pemerintahan.

Taliban menolak pemilu umum demokratis dan gencatan senjata nasional yang diminta oleh proposal AS.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Ucapan Selamat untuk...
Ucapan Selamat untuk Biden dari Barisan Mantan Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved