Iran Sebut PM Inggris Munafik karena Menambah Bom Nuklirnya Sendiri

Rabu, 17 Maret 2021 - 15:35 WIB
loading...
Iran Sebut PM Inggris...
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran mencap Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson "munafik total" karena mengumumkan akan menambah jumlah hulu ledak nuklir dari 180 menjadi 260. Tudingan munafik disampaikan karena Johnson selama ini menyuarakan kekhawatiran bahwa Teheran akan mengembangkan senjata nuklir.

Pernyataan dari Iran itu disampaikan Menteri Luar Javad Zarif di Twitter pada hari Selasa, tak lama setelah pengumuman dari Johnson keluar.

Baca juga: Seteru dengan Iran Memanas, Inggris Akan Tambah Bom Nuklir Jadi 260

"Kemunafikan total," tulis Zarif. "Tidak seperti Inggris dan sekutunya, Iran percaya nuklir dan semua WMD [senjata pemusnah massal] adalah biadab dan harus diberantas," lanjut dia, yang dilansir Russia Today, Rabu (17/3/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, Johnson mengungkapkan bahwa Inggris akan mencabut pembatasan senjata nuklirnya sendiri, yang memungkinkannya untuk menyimpan total 260 hulu ledak, daripada yang dibatasi selama ini yakni 180. Batasan itu ditetapkan oleh pemerintah Inggris sebelumnya.

PM Johnson ditanyai tentang peran Iran di Timur Tengah oleh anggota parlemen dari kubu Tory setelah mengungkap kebijakannya yang menjadi bagian dari Tinjauan Terpadu Keamanan, Pertahanan, Pembangunan, dan Kebijakan Luar Negeri.

"Kami tetap sangat prihatin dengan pengaruh Iran di kawasan itu, perilaku mengganggu Iran dan khususnya, tentu saja, kami prihatin dengan risiko Iran mengembangkan senjata nuklir yang layak," kata Johnson kepada anggota parlemen di House of Commons.

Dia menambahkan bahwa akan bermanfaat bagi keamanan rakyat Iran dan Timur Tengah yang lebih luas jika negara tersebut kembali ke kesepakatan nuklir 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Dalam beberapa bulan terakhir, kesepakatan itu telah menjadi titik api utama antara Iran dan penandatangan Barat untuk JCPOA, termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris, yang semuanya menyerukan Iran untuk berhenti melanggar komitmennya.

Baca juga: Terancam Perang dengan Israel, Iran Pamer Pangkalan 'Kota Rudal'

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan Washington akan kembali ke JCPOA, yang memberikan keringanan sanksi bagi Iran, jika Teheran berhenti merusak perjanjian dengan meningkatkan pengayaan uraniumnya—sebuah langkah penting dalam pengembangan senjata nuklir.

Sementara itu, Teheran telah berulang kali mengatakan akan siap untuk kembali ke kepatuhan penuh berdasarkan kesepakatan JCPOA jika AS mencabut sanksi terhadap Iran.

Tinjauan keamanan Inggris menuduh Iran, Rusia dan Korea Utara mengacaukan kawasan mereka masing-masing dan "melemahnya tatanan internasional."

Dokumen tinjauan setebal 100 halaman itu mengatakan kebijakan tersebut adalah prioritas Inggris untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan tetap terbuka tentang pembicaraan JCPOA lebih lanjut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
Israel Ketakutan Iran...
Israel Ketakutan Iran Memperoleh Senjata Bom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved