Vaksinnya Disebut Sebabkan Penggumpalan Darah, Ini Respon AstraZeneca

Selasa, 16 Maret 2021 - 01:42 WIB
loading...
Vaksinnya Disebut Sebabkan...
Perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Inggris itu mengatakan, keamanan adalah yang terpenting bagi mereka dan mereka terus memantau keamanan vaksin. Foto/REURERS
A A A
LONDON - AstraZeneca mengeluarkan pernyataan yang menegaskan keamanan vaksin Covid-19 berdasarkan bukti ilmiah. Ini adalah respon atas kekhawatiran sejumlah orang yang mengalami pembekuan darah setelah menerima vaksin AstraZeneca.

Perusahaan farmasi yang berbasis di Cambridge, Inggris itu mengatakan, keamanan adalah yang terpenting bagi mereka dan mereka terus memantau keamanan vaksin.Baca juga: WHO: Tidak Ada Alasan Berhenti Gunakan Vaksin AstraZeneca

"Peninjauan yang cermat terhadap semua data keamanan yang tersedia dari lebih dari 17 juta orang yang divaksinasi di Uni Eropa (UE) dan Inggris dengan Vaksin COVID-19 AstraZeneca tidak menunjukkan bukti peningkatan resiko emboli paru, trombosis vena dalam (DVT) atau trombositopenia, di mana pun. kelompok usia yang ditentukan, jenis kelamin, kelompok atau di negara tertentu," ucap perusahaan itu.

Mereka menuturkan, berdasarkan jumlah kasus yang diterima, tercatat bahwa sejauh ini di seluruh UE dan Inggris, terdapat 15 peristiwa DVT, dan 22 peristiwa emboli paru yang dilaporkan di antara mereka yang diberi vaksin.

"Ini jauh lebih rendah daripada yang diharapkan terjadi secara alami pada populasi umum sebesar ini dan serupa dengan vaksin COVID-19 berlisensi lainnya," ungkapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (16/3/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Pria Ini Disuntik Vaksin...
Pria Ini Disuntik Vaksin Covid-19 Sebanyak 217 Kali, Ini yang Terjadi Padanya
Pionir Vaksin Covid-19...
Pionir Vaksin Covid-19 Raih Hadiah Nobel Kedokteran
Pentagon Cabut Kewajiban...
Pentagon Cabut Kewajiban Vaksin Covid-19 untuk Pasukan AS
Biden Tawarkan Kirim...
Biden Tawarkan Kirim Vaksin Covid-19 ke Korut, Pyongyang Tak Merespon
Meski Kurang Akur, Korsel...
Meski Kurang Akur, Korsel Tawarkan Vaksin COVID-19 ke Korut
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Mengapa Blokade Houthi...
Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?
Rekomendasi
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved