Rusia Bersiap Kerahkan Rudal Jelajah Kalibr di Pasifik, AS Cemas
Sabtu, 13 Maret 2021 - 00:54 WIB
loading...
A
A
A
Varian serangan darat, 3M14T dan 3M14K (sebutan NATO SS-N-30A), tampaknya tidak memiliki dorongan ke Mach 3 pada pendekatan terminal. Sebagai kompensasi, rudal yang dipandu inersia memiliki jangkauan antara 1.000 hingga 1.500 mil.
Rudal Kalibr kelas ketiga—91RT dan 91RE—digunakan untuk menyebarkan torpedo antikapal selam ke jarak sekitar 30 mil.
Rudal Kalibr juga telah diuji dalam pertempuran—dan hasilnya terbukti mematikan. Angkatan Laut Rusia pernah menjangkau berbagai target ISIS, menggunakan rudal jelajah Kalibr di tempat persembunyian militan kelompok itu di timur Palmyra, Suriah, yang menampung alat berat dan para milisi.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tempat persembunyian militan ISIS telah menampung alat berat yang dipindahkan dari Raqqa, kubu ISIS di Suriah utara.
Baca juga: Berisiknya Aktivitas Seks Pasangan Ini Bikin Marah Tetangga, Curhatnya Viral
Anton Lavrov, seorang ahli militer independen, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Izvestia bahwa rudal jelajah presisi tinggi hanya dimiliki oleh beberapa negara di dunia, sehingga kemunculan Kalibr baru menjadi penanda perkembangan.
“Kekuatan Kalibr adalah presisi tinggi dan kemampuan untuk mengenai objek yang terlindungi dengan baik, termasuk pusat kendali dan fasilitas pertahanan udara,” kata Lavrov.
”Yang paling penting adalah efek kejutan. Ketika ada serangan udara, musuh punya waktu untuk bereaksi, tetapi rudal jelajah menyerang tanpa diduga. Selain itu, Kalibr memiliki keunggulan—dapat bermanuver dan mencapai target dari arah yang tidak terduga,” ujarnya.
Rudal Kalibr kelas ketiga—91RT dan 91RE—digunakan untuk menyebarkan torpedo antikapal selam ke jarak sekitar 30 mil.
Rudal Kalibr juga telah diuji dalam pertempuran—dan hasilnya terbukti mematikan. Angkatan Laut Rusia pernah menjangkau berbagai target ISIS, menggunakan rudal jelajah Kalibr di tempat persembunyian militan kelompok itu di timur Palmyra, Suriah, yang menampung alat berat dan para milisi.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tempat persembunyian militan ISIS telah menampung alat berat yang dipindahkan dari Raqqa, kubu ISIS di Suriah utara.
Baca juga: Berisiknya Aktivitas Seks Pasangan Ini Bikin Marah Tetangga, Curhatnya Viral
Anton Lavrov, seorang ahli militer independen, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Izvestia bahwa rudal jelajah presisi tinggi hanya dimiliki oleh beberapa negara di dunia, sehingga kemunculan Kalibr baru menjadi penanda perkembangan.
“Kekuatan Kalibr adalah presisi tinggi dan kemampuan untuk mengenai objek yang terlindungi dengan baik, termasuk pusat kendali dan fasilitas pertahanan udara,” kata Lavrov.
”Yang paling penting adalah efek kejutan. Ketika ada serangan udara, musuh punya waktu untuk bereaksi, tetapi rudal jelajah menyerang tanpa diduga. Selain itu, Kalibr memiliki keunggulan—dapat bermanuver dan mencapai target dari arah yang tidak terduga,” ujarnya.
(min)
Lihat Juga :