Militer Swedia: Rusia Lebih Siap Dibandingkan NATO untuk Perang Skala Besar
Sabtu, 13 Maret 2021 - 00:28 WIB
loading...
A
A
A
FOI menjalankan simulasi perang untuk menilai keseimbangan kekuatan militer NATO dan mitranya dalam kaitannya dengan Rusia. Ini termasuk simulasi serangan Rusia di Baltik melalui Belarusia. Senjata nuklir AS, Prancis, Inggris dan Rusia tidak digunakan dalam simulasi.
Namun, mereka memasukkan ancaman nuklir, termasuk terhadap Swedia dan Finlandia, untuk menjaga kedua negara Nordik tersebut keluar dari konflik.
Kendati demikian, kesimpulannya tetap sama seperti tahun 2017, terlepas dari jaminan dan dukungan militer NATO.
"Jika Rusia menyerang Baltik dalam waktu singkat, mereka memiliki prospek yang cukup bagus untuk berhasil," kata Pallin.
Baca juga: Berisiknya Aktivitas Seks Pasangan Ini Bikin Marah Tetangga, Curhatnya Viral
Menurut FOI, meskipun pengeluaran militer NATO meningkat dan posisi yang semakin maju di dekat Rusia, belum ada perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan.
“Secara umum, gambarannya sangat mirip baik dari segi ketersediaan dan kualitas pasukan. Anda memiliki kehadiran lanjutan sekarang yang tidak Anda miliki di tahun 2014, yang secara bertahap membaik. Dan ada langkah-langkah yang lebih sederhana yang dapat meningkatkan peluang bagi pihak Barat,” imbuh Pallin.
Namun, mereka memasukkan ancaman nuklir, termasuk terhadap Swedia dan Finlandia, untuk menjaga kedua negara Nordik tersebut keluar dari konflik.
Kendati demikian, kesimpulannya tetap sama seperti tahun 2017, terlepas dari jaminan dan dukungan militer NATO.
"Jika Rusia menyerang Baltik dalam waktu singkat, mereka memiliki prospek yang cukup bagus untuk berhasil," kata Pallin.
Baca juga: Berisiknya Aktivitas Seks Pasangan Ini Bikin Marah Tetangga, Curhatnya Viral
Menurut FOI, meskipun pengeluaran militer NATO meningkat dan posisi yang semakin maju di dekat Rusia, belum ada perubahan besar dalam keseimbangan kekuatan.
“Secara umum, gambarannya sangat mirip baik dari segi ketersediaan dan kualitas pasukan. Anda memiliki kehadiran lanjutan sekarang yang tidak Anda miliki di tahun 2014, yang secara bertahap membaik. Dan ada langkah-langkah yang lebih sederhana yang dapat meningkatkan peluang bagi pihak Barat,” imbuh Pallin.
Lihat Juga :