Disewa Junta Myanmar untuk Bela Kudeta, Pelobi Israel Dibayar Rp28,7 Miliar
Jum'at, 12 Maret 2021 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Kudeta dan tindakan keras militer yang brutal telah menimbulkan kecaman internasional yang luas, termasuk sanksi terhadap personel militer utama.
Ben-Menashe mengatakan dia dipekerjakan karena Barat "salah paham" dengan militer Myanmar.
“Ada dorongan nyata untuk bergerak ke Barat dan Amerika Serikat, bukannya mencoba lebih dekat dengan China,” kata Ben-Menashe. "Mereka tidak ingin menjadi boneka China.”
Dia juga mengeklaim bahwa kepolisian, alih-alih militer, telah menanggapi reaksi dunia internasional tentang kerusuhan—meskipun bukti foto menunjukkan sebaliknya.
Menurutnya, para pemimpin militer sangat ingin kembali memberikan kekuasaan kembali kepada pemerintah sipil. “Mereka ingin sepenuhnya keluar dari politik,” katanya.”Tetapi ini adalah proses.”
Ben-Menashe menjalani hampir satu tahun penjara di Amerika Serikat pada 1989-1990 atas tuduhan mencoba menjual pesawat angkut ke Iran, sebelum dibebaskan setelah hakim menerima klaimnya yang tidak diverifikasi bahwa dia mengikuti perintah pemerintah Israel.
Ben-Menashe mengatakan dia dipekerjakan karena Barat "salah paham" dengan militer Myanmar.
“Ada dorongan nyata untuk bergerak ke Barat dan Amerika Serikat, bukannya mencoba lebih dekat dengan China,” kata Ben-Menashe. "Mereka tidak ingin menjadi boneka China.”
Dia juga mengeklaim bahwa kepolisian, alih-alih militer, telah menanggapi reaksi dunia internasional tentang kerusuhan—meskipun bukti foto menunjukkan sebaliknya.
Menurutnya, para pemimpin militer sangat ingin kembali memberikan kekuasaan kembali kepada pemerintah sipil. “Mereka ingin sepenuhnya keluar dari politik,” katanya.”Tetapi ini adalah proses.”
Ben-Menashe menjalani hampir satu tahun penjara di Amerika Serikat pada 1989-1990 atas tuduhan mencoba menjual pesawat angkut ke Iran, sebelum dibebaskan setelah hakim menerima klaimnya yang tidak diverifikasi bahwa dia mengikuti perintah pemerintah Israel.
(min)
Lihat Juga :