India Deportasi Lebih dari 150 Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Selasa, 09 Maret 2021 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
"Kami akan kembali ketika perdamaian kembali ke negara kami," kata Sufeera (28). Dia mengatakan paman dan saudara laki-lakinya telah dikirim ke pusat penampungan, meninggalkannya sendirian dengan anak-anaknya.
Baca juga: Suu Kyi Dikudeta dan Ditahan, Pengungsi Muslim Rohingya Bersukacita
Pengungsi lain, Sadiq (48), mengatakan anggota keluarganya juga telah ditahan.
"Kami sudah diberitahu bahwa kami akan dideportasi," katanya. "Mereka mengambil ibu dan ayah. Siapa yang akan merawat mereka?"
Ini terjadi saat Myanmar semakin dalam menuju krisis politik. Junta militer, yang merebut kekuasaan pada 1 Februari, telah menduduki rumah sakit dan melakukan penggerebekan dengan kekerasan untuk mengkonsolidasikan kendali atas negara itu. Sementara itu, aksi protes massa menentang kudeta dan pemerintahan militer terus berlanjut selama berminggu-minggu. Lebih dari 54 orang tewas dalam tindakan keras terhadap aksi protes, termasuk banyak remaja dan kaum muda, menurut PBB.
Baca juga: Suu Kyi Dikudeta dan Ditahan, Pengungsi Muslim Rohingya Bersukacita
Pengungsi lain, Sadiq (48), mengatakan anggota keluarganya juga telah ditahan.
"Kami sudah diberitahu bahwa kami akan dideportasi," katanya. "Mereka mengambil ibu dan ayah. Siapa yang akan merawat mereka?"
Ini terjadi saat Myanmar semakin dalam menuju krisis politik. Junta militer, yang merebut kekuasaan pada 1 Februari, telah menduduki rumah sakit dan melakukan penggerebekan dengan kekerasan untuk mengkonsolidasikan kendali atas negara itu. Sementara itu, aksi protes massa menentang kudeta dan pemerintahan militer terus berlanjut selama berminggu-minggu. Lebih dari 54 orang tewas dalam tindakan keras terhadap aksi protes, termasuk banyak remaja dan kaum muda, menurut PBB.
(ian)
Lihat Juga :