Kesepakatan Ekstradisi China Mengkhawatirkan Etnis Uighur di Turki
Selasa, 09 Maret 2021 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Musim panas lalu dia menemukan orang tua dan dua saudara laki-lakinya telah dijatuhi hukuman penjara yang lama karena dicurigai melakukan “kegiatan terkait terorisme” yang tidak disebutkan.
"Saya telah hidup dengan pengetahuan bahwa ibu saya berada di pusat penahanan selama empat tahun terakhir, mengalami penindasan," ujar dia dalam protes memperingati Hari Perempuan di pinggir laut Istanbul, dekat konsulat China.
Wanita berusia 32 tahun berkerudung itu mengatakan dia mengingat Hari Perempuan Internasional adalah hari paling membahagiakan bagi ibunya, ketika keluarga akan memberinya hadiah, sampai ibunya menerima hukuman penjara 13 tahun.
Di sekitar Nursiman, 1.000 kerumunan orang mengangkat foto kerabat yang hilang dan mengibarkan bendera biru-putih, lambang gerakan kemerdekaan Turkestan Timur, nama yang mengacu pada gerakan tersebut di Xinjiang.
Para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan satu juta warga Uighur dan Muslim lainnya ditahan di pusat-pusat penahanan di wilayah Xinjiang, China barat laut.
Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Januari China telah melakukan "genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan" dengan menindas warga Uighur.
China membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang. Beijing mengatakan kompleks yang didirikannya di wilayah tersebut menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu membasmi ekstremisme dan separatisme.
"China mengatakan bahwa apa yang kami lakukan adalah kejahatan, 'apa yang Anda lakukan adalah separatisme, meremehkan negara'," ujar Nursiman Abdurasit, menyuarakan keprihatinan tentang konsekuensi dari kesepakatan ekstradisi yang menunggu ratifikasi di komisi parlemen Turki.
"Saya telah hidup dengan pengetahuan bahwa ibu saya berada di pusat penahanan selama empat tahun terakhir, mengalami penindasan," ujar dia dalam protes memperingati Hari Perempuan di pinggir laut Istanbul, dekat konsulat China.
Wanita berusia 32 tahun berkerudung itu mengatakan dia mengingat Hari Perempuan Internasional adalah hari paling membahagiakan bagi ibunya, ketika keluarga akan memberinya hadiah, sampai ibunya menerima hukuman penjara 13 tahun.
Di sekitar Nursiman, 1.000 kerumunan orang mengangkat foto kerabat yang hilang dan mengibarkan bendera biru-putih, lambang gerakan kemerdekaan Turkestan Timur, nama yang mengacu pada gerakan tersebut di Xinjiang.
Para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan satu juta warga Uighur dan Muslim lainnya ditahan di pusat-pusat penahanan di wilayah Xinjiang, China barat laut.
Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Januari China telah melakukan "genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan" dengan menindas warga Uighur.
China membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang. Beijing mengatakan kompleks yang didirikannya di wilayah tersebut menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu membasmi ekstremisme dan separatisme.
"China mengatakan bahwa apa yang kami lakukan adalah kejahatan, 'apa yang Anda lakukan adalah separatisme, meremehkan negara'," ujar Nursiman Abdurasit, menyuarakan keprihatinan tentang konsekuensi dari kesepakatan ekstradisi yang menunggu ratifikasi di komisi parlemen Turki.
Lihat Juga :