Pendeta Rusia Melarikan Diri ke Belanda karena Jadi Gay dan Ateis

Senin, 08 Maret 2021 - 11:53 WIB
loading...
Pendeta Rusia Melarikan...
Alexander Usatov meninggalkan posisinya sebagai pendeta di Gereja Ortodoks Rusia setelah menjadi gay dan ateis. Foto/ Instagram/rostovskiisandros
A A A
ROSTOV - Seorang pendeta dari komunitas Gereja Ortodoks Rusia melarikan diri ke Belanda setelah mengaku menjadi pria gay dan menjadi ateis. Dia berlasan bahwa orientasi seksualnya telah membuat dirinya mengalami bullying atau perundungan di internal gereja.

Lantaran memilih menjadi ateis, Alexander Usatov juga menanggalkan predikatnya sebagai pendeta.

Baca juga: Meghan Sebut Kerajaan Inggris Tolak Jadikan Anaknya Pangeran karena Khawatir Kulitnya Gelap

Usatov sebelumnya berstatus sebagai pendeta di Keuskupan Rostov dan Novocherkassk di selatan Rusia. Menurutnya, perundungan yang dia terima semakin buruk ketika dia menerbitkan manifesto tentang hilangnya keyakinannya.

Dia juga mendapat ancaman pembunuhan. Lantaran sederat alasan itulah, dia menghubungi aktivis gay di Uni Eropa dan menggunakan bantuan mereka untuk meninggalkan Rusia. Dia sekarang tinggal di Belanda.

Hampir setahun setelah dia melarikan diri dari Rostov, kisah Usatov menjadi perhatian utama. Pada hari Senin (8/3/2021), dia menceritakan kisahnya ke situs web Snob.

“Sebelumnya, saya menulis tentang motif ideologis yang menyebabkan saya keluar dari Gereja Ortodoks Rusia,” tulisnya, seperti dikutip Russia Today.

”Sekarang saya siap untuk mengungkapkan gambaran keseluruhan: Saya tidak dapat lagi bertahan dalam sistem gereja, bukan hanya karena saya menjadi seorang ateis. Saya gay dan tidak pernah merasa aman.”

Usatov juga melakukan ofensif, menyerang gereja karena memiliki “lobi gay” tetapi berpura-pura menjadi homofobia. Dia bahkan mengeklaim bahwa para pendeta dapat tidur dengan anggota gereja yang berpangkat lebih tinggi untuk mendapatkan promosi.

“Di satu sisi, semua orang tahu tentang keberadaan lobi gay dan peluang untuk berkarier dengan mudah setelah melewati tempat tidur uskup,” katanya. “Di sisi lain, umat paroki yang paling aktif di gereja adalah homofobia yang bersemangat.”

Baca juga: Lagi-lagi, Iran Ancam Ratakan Dua Kota Israel dengan Tanah

Namun, menurut Usatov, dia dijauhi ketika dia memberi tahu pemimpin Metropolitan setempat dan kemudian menjadi sasaran bullying dan ejekan.

Beberapa waktu kemudian, pada Maret 2020, dia diberi tahu bahwa seorang imam agung telah menulis kecaman yang menuduhnya "mendukung [Alexey] Navalny, [melakukan] propaganda oposisi politik dan kampanye LGBT di kalangan anak muda."

Menanggapi artikel terbaru Usatov, Keuskupan Rostov menyebutnya pembohong, mengklaim bahwa atasannya tidak tahu bahwa dia gay. Dia tidak akan diintimidasi karena orientasinya tetapi hanya diusir dari gereja.

Menurut Igor Petrovsky, juru bicara Metropolitan Mercurius, dia dirampas martabatnya sejak lama.

"Seorang pendeta homoseksual akan lama diminta untuk menghapus salib jika dia tidak bisa memakai celananya," katanya kepada publikasi online Podyom. "Bagaimanapun, Usatov membanting pintu gereja, mengeklaim bahwa pembobolannya murni intelektual."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
Berita Terkini
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved