Kekasih Tercinta Tewas Ditembak, Demonstran Myanmar Sumpah Lanjutkan Perlawanan

Senin, 08 Maret 2021 - 09:13 WIB
loading...
Kekasih Tercinta Tewas...
Para demonstran antikudeta militer Myanmar membawa poster bergambar Mya Thwate Thwate Khaing, demonstran yang jadi salah satu martir pertama sejak kudeta. Foto/Netherlands News Live
A A A
NAYPYIDAW - Hein Yar Zar, 21, meringis saat seorang seniman tato menggoreskan ciri-ciri cinta pertamanya—seorang demonstran muda yang kematiannya telah menjadi simbol perlawanan terhadap junta militer Myanmar —di dadanya.

Mya Thwate Thwate Khaing ditembak di kepala selama demonstrasi di Ibu Kota Myanmar; Naypyidaw, menjadi salah satu korban tewas pertama dalam melawan kudeta militer . Dia meninggal pada 19 Februari setelah 10 hari terbaring di rumah sakit.

Baca juga: Ditembak Kepalanya, Demonstran Cantik Ma Kyal Sin Dicap Pahlawan

Citra demonstran perempuan tersebut menjadi identik dengan pertarungan berdarah untuk merebut kekuasaan dari militer, yang menggulingkan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi dan menjatuhkan negara itu dari jalur demokrasi bulan lalu.

Kekasih korban, Hein Yar Zar, yang juga seorang demonstran bersumpah untuk terus memprotes junta militer bahkan saat dia berduka.

“Kami punya banyak rencana untuk tahun ini. Dia meninggal ketika ulang tahunnya sangat dekat,” katanya kepada AFP, Senin (8/3/2021).

“Saya punya tato potretnya karena saya merindukannya—ini adalah kenangan bagi kami.”Dua hari setelah ditembak, Mya Thwate Thwate Khaing berusia 20 tahun tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.

Sebuah gambar dirinya telah dibagikan oleh para demonstran anti-kudeta saat mereka berunjuk rasa di jalanan.Beberapa hari kemudian, spanduk sepanjang 15 meter yang menggambarkan saat Mya dipukul pasukan Myanmar digantung di jembatan di pusat komersial Yangon, dengan beberapa pengunjuk rasa menggambarkannya sebagai "martir".

Kematiannya membawa kecaman global yang pedas terhadap junta militer, dengan banyak negara memberlakukan sanksi yang ditargetkan pada para jenderal.

Saat ini, lebih dari 50 orang tewas selama protes ketika pasukan keamanan memberlakukan tindakan keras yang semakin brutal terhadap para demonstran.“Tidak ada orang seperti dia,” kata Hein Yar Zar.

Baca juga: Ditembak Mati, Demonstran Cantik Myanmar Sumbangkan Organ Tubuhnya

Dia memamerkan tinta yang telah dia buat bertahun-tahun yang lalu di lengannya bertuliskan ”Together forever [Bersama selamanya]”, yang menjadi pengingat pedih akan optimisme masa muda mereka.

Pada 9 Februari, pasangan itu berada di garis depan demonstrasi besar-besaran di Naypyidaw, meski dipisahkan oleh kerumunan pengunjuk rasa.

"Saya mengiriminya pesan, 'Tolong telepon saya kembali', karena saya tidak memiliki pulsa di telepon saya, tetapi dia tidak pernah melakukannya," kata Hein Yar Zar, yang mendengar berita tentang penembakannya dari saudara perempuannya.

“Saya tinggal di sampingnya di rumah sakit dan saya berdoa setiap hari agar dia menjadi lebih baik.”

Militer pada awalnya mengatakan sedang menyelidiki kematiannya, tetapi media pemerintah kemudian melaporkan bahwa autopsi tubuhnya menunjukkan peluru itu tidak ditembakkan oleh petugas polisi.

Sejak kematiannya, kehidupan Hein Yar Zar telah dipisahkan menjadi saat-saat yang penuh dengan kesedihan, kemarahan, dan keteguhan hati.

Menampilkan tato sebelumnya "17.11.2015", yang memperingati kencan pertama mereka lima tahun lalu, dia bersumpah untuk tidak pernah melupakannya.

"Dia memberikan hidupnya untuk revolusi ini—sebagai pacarnya, saya akan terus melakukannya untuknya,” katanya."Saya akan terus berjuang agar revolusi ini menang."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Ronaldo Tulis Sejarah...
Ronaldo Tulis Sejarah di Piala Dunia yang Sulit Disamai Messi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved