Hendak Membom Masjid Christchurch untuk Peringati Pembantaian 51 Muslim, Pria Ini Diadili
Jum'at, 05 Maret 2021 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
“Pesan kebencian atau orang-orang yang ingin menyakiti komunitas kami tidak akan ditoleransi—ini bukan cara Kiwi,” katanya.
Orang yang membuat ancaman di 4chan mengatakan bahwa mereka "aslinya orang Inggris", tetapi dibesarkan di Afrika Selatan sebelum pindah ke Selandia Baru pada tahun 2009.
Juru bicara Asosiasi Muslim Canterbury Abdigani Ali mengatakan polisi bekerja sama dengan para pemimpin Muslim kota untuk mengatasi ancaman terhadap komunitas mereka.
"Tidak ada tempat untuk retorika kebencian dan kejahatan rasial di negara kita, dan setiap komunitas, apa pun ras atau keyakinan mereka, harus merasakan dan memiliki rasa aman,” katanya.
Seorang juru bicara Dewan Wanita Islam Selandia Baru mengatakan ancaman penggunaan bom mobil di dua masjid pada 15 Maret itu "sangat kejam".
“Ini menunjukkan perlunya sistem keamanan nasional yang kuat, dengan kepemimpinan dan arahan yang jelas dalam bekerja dengan masyarakat,” katanya.
“Tidak ada toleransi untuk ancaman langsung terhadap orang atau bangunan, baik itu dilakukan secara online atau offline.”
Imam Masjid Linwood, Abdul Lateef, mengatakan "sedih mendengar" seseorang mencoba menakut-nakuti masyarakat.
Dia pikir orang tidak akan khawatir karena mereka tidak akan menanggapi ancaman itu dengan serius.
“Kami mengandalkan [polisi] untuk melindungi kami, dan mereka melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan,” katanya.
Orang yang membuat ancaman di 4chan mengatakan bahwa mereka "aslinya orang Inggris", tetapi dibesarkan di Afrika Selatan sebelum pindah ke Selandia Baru pada tahun 2009.
Juru bicara Asosiasi Muslim Canterbury Abdigani Ali mengatakan polisi bekerja sama dengan para pemimpin Muslim kota untuk mengatasi ancaman terhadap komunitas mereka.
"Tidak ada tempat untuk retorika kebencian dan kejahatan rasial di negara kita, dan setiap komunitas, apa pun ras atau keyakinan mereka, harus merasakan dan memiliki rasa aman,” katanya.
Seorang juru bicara Dewan Wanita Islam Selandia Baru mengatakan ancaman penggunaan bom mobil di dua masjid pada 15 Maret itu "sangat kejam".
“Ini menunjukkan perlunya sistem keamanan nasional yang kuat, dengan kepemimpinan dan arahan yang jelas dalam bekerja dengan masyarakat,” katanya.
“Tidak ada toleransi untuk ancaman langsung terhadap orang atau bangunan, baik itu dilakukan secara online atau offline.”
Imam Masjid Linwood, Abdul Lateef, mengatakan "sedih mendengar" seseorang mencoba menakut-nakuti masyarakat.
Dia pikir orang tidak akan khawatir karena mereka tidak akan menanggapi ancaman itu dengan serius.
“Kami mengandalkan [polisi] untuk melindungi kami, dan mereka melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan,” katanya.
(min)
Lihat Juga :