Texas dan Mississippi Segera Cabut Aturan Wajib Masker, Bersiap Hidup Normal?

loading...
Texas dan Mississippi Segera Cabut Aturan Wajib Masker, Bersiap Hidup Normal?
Sebuah tanda yang mengingatkan orang-orang untuk mempraktikkan jarak sosial terlihat di pintu masuk Mississippi State Fair, di Jackson, Mississippi, AS. Foto/REUTERS/Rory Doyle
WASHINGTON - Negara bagian Texas dan Mississippi di Amerika Serikat (AS) segera mencabut aturan wajib mengenakan masker. Alasannya, kemanjuran vaksin dan terapi sudah bisa diandalkan untuk melindungi publik dari COVID-19 .

Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan selain akan mencabut aturan wajib mengenakan masker, pihaknya juga akan meningkatkan kapasitas semua bisnis dan fasilitas di negara bagian itu menjadi 100 persen. Ini seperti menjadi isyarat wilayah tersebut akan memasuki hidup normal.

Baca juga: Media Barat Tuduh Putin Picu Upaya Kudeta Armenia karena Rudal Rusia Dihina

Perintah eksekutif barunya mulai berlaku pada Rabu (10/3/2021) mendatang. Aturan itu akan membatalkan sebagian besar perintah eksekutif gubernur sebelumnya terkait penanganan pandemi virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

"Dengan kemajuan medis dari vaksin dan obat terapi antibodi, Texas sekarang memiliki alat untuk melindungi orang Texas dari virus," kata Abbott dalam pidatonya, seperti dikutip NPR, Rabu (3/3/2021).



"Sekarang kita harus berbuat lebih banyak untuk memulihkan mata pencaharian dan keadaan normal orang Texas dengan membuka Texas 100 persen. Jangan salah, COVID-19 belum hilang, tetapi jelas dari pemulihan, vaksinasi, pengurangan rawat inap, dan praktik aman yang digunakan orang Texas bahwa mandat negara tidak lagi dibutuhkan.”

Abbott mengatakan perintah eksekutifnya memastikan bahwa semua bisnis dan keluarga di Texas memiliki kebebasan untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Baca juga: Undang Pria Tenggak Miras, Wanita Ini Dibunuh lalu Putrinya Diperkosa

Gubernur Mississippi Tate Reeves membuat pengumuman serupa tak lama kemudian. Bahkan aturannya berlaku lebih cepat dari aturan di Texas.

"Mulai besok, kami mencabut semua mandat county [kabupaten] kami dan bisnis akan dapat beroperasi dengan kapasitas penuh tanpa aturan yang diberlakukan negara bagian. Jumlah rawat inap dan kasus kami anjlok, dan vaksin sedang didistribusikan dengan cepat. Ini saatnya!,” tulis dia di Twitter.



Langkah itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Direktur CDC Rochelle Walensky memperingatkan bahwa kemajuan di AS melawan virus itu "terhenti”.

"Segalanya renggang. Sekarang bukan waktunya untuk melonggarkan pembatasan," kata Walensky, Jumat pekan lalu.

Kedua negara bagian telah mengalami penurunan dalam jumlah harian rata-rata kasus baru COVID-19. Dalam seminggu terakhir, The New York Times melaporkan, Texas telah mencatat rata-rata 7.693 kasus per hari atau turun 18 persen dari rata-rata dua minggu sebelumnya. Jumlah kematian harian rata-rata telah menurun 13 persen selama periode itu.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top