AS Keukeuh Masukkan China dalam Perjanjian Kontrol Senjata Baru

Sabtu, 18 April 2020 - 04:32 WIB
loading...
AS Keukeuh Masukkan...
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto/Politico
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengatakan kepada rekanya dari Rusia Sergei Lavrov bahwa setiap pembicaraan kontrol senjata di masa depan harus mencakup China. Demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

"Pompeo menekankan dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bahwa setiap pembicaraan kontrol senjata di masa depan harus didasarkan pada visi Presiden (Donald) Trump untuk perjanjian kontrol senjata trilateral yang mencakup baik Rusia dan China," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus di sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/4/2020).

Ortagus mengatakan pernyataan Pompeo datang ketika dia dan Lavrov membahas langkah selanjutnya dalam Dialog Keamanan Strategis bilateral, dengan mempertimbangkan pandemi COVID-19.

Ortagus mengatakan Pompeo juga membahas masalah-masalah bilateral dengan Lavrov, termasuk penahanan warga negara AS. Dia tidak merinci jumlah atau identitas orang Amerika yang ditahan di Rusia.

Cina, yang diperkirakan memiliki 300 senjata nuklir jauh lebih kecil daripada Rusia dan Amerika Serikat, telah menolak perundingan semacam itu.

Trump tahun lalu mengusulkan bahwa AS, Rusia dan China menegosiasikan perjanjian baru untuk menggantikan perjanjian START Baru 2010 yang memotong hulu ledak nuklir AS dan Rusia serta pembom serta rudal darat dan kapal selam ke level terendah dalam sedekade.

START baru akan berakhir pada Februari mendatang kecuali para pihak sepakat untuk memperpanjangnya hingga lima tahun. Rusia mengatakan akan bersedia untuk memperpanjang perjanjian itu, tetapi pemerintahan Trump telah menolak untuk menyatakan posisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Momen Horor Mahasiswi...
Momen Horor Mahasiswi Tewas Main Rope Jump, Tali Belum Terpasang Terjun 40 Meter
Rekomendasi
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Berita Terkini
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved