AS Keukeuh Masukkan China dalam Perjanjian Kontrol Senjata Baru
Sabtu, 18 April 2020 - 04:32 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian luar negeri Rusia mengatakan Lavrov telah menegaskan kembali proposal Rusia untuk memperpanjang perjanjian START, yang akan berakhir pada Februari 2021, dalam pembicaraannya dengan Pompeo.
"(Atas panggilan) digarisbawahi bahwa Rusia siap untuk bekerja pada kemungkinan perjanjian senjata nuklir baru, tetapi bahwa akan penting untuk mempertahankan perjanjian START sementara persiapan sedang berlangsung," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Pejabat administrasi AS berpendapat bahwa China harus dibawa ke pakta kontrol senjata baru karena ancaman persenjataan nuklirnya, yang sedang menjalani program modernisasi.
Akan tetapi, para pakar pengendalian senjata telah menggambarkan proposal Trump untuk memasukkan China dalam perjanjian baru sebagai strategi "pil racun" untuk membunuh perjanjian START Baru dan mengakhiri pengekangan pada penyebaran senjata nuklir AS.
"(Atas panggilan) digarisbawahi bahwa Rusia siap untuk bekerja pada kemungkinan perjanjian senjata nuklir baru, tetapi bahwa akan penting untuk mempertahankan perjanjian START sementara persiapan sedang berlangsung," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Pejabat administrasi AS berpendapat bahwa China harus dibawa ke pakta kontrol senjata baru karena ancaman persenjataan nuklirnya, yang sedang menjalani program modernisasi.
Akan tetapi, para pakar pengendalian senjata telah menggambarkan proposal Trump untuk memasukkan China dalam perjanjian baru sebagai strategi "pil racun" untuk membunuh perjanjian START Baru dan mengakhiri pengekangan pada penyebaran senjata nuklir AS.
(ber)
Lihat Juga :