RI Mengaku Prihatin dengan Perkembangan Situasi di Myanmar

Minggu, 28 Februari 2021 - 21:16 WIB
loading...
RI Mengaku Prihatin...
Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengaku sangat prihatin dengan perkembangan situasi di Myanmar. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengaku sangat prihatin dengan perkembangan situasi di Myanmar. Sejumlah demonstran dilaporkan tewas setelah polisi Myanmar melepaskan tembakan ke arah mereka.

"Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka," kata Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan. Baca juga: Jepang Dilaporkan akan Hentikan Bantuan Pembangunan untuk Myanmar

"Ucapan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada korban dan keluarganya," sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari laman Twitter mereka, pada Minggu (28/2/2021).

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh serta mencegah situasi tidak semakin memburuk.

Sebelumnya diwartakan, polisi melepaskan tembakan di berbagai bagian Yangon, setelah granat setrum dan gas air mata gagal membubarkan massa.

Menurut seorang dokter, yang menolak disebutkan namanya, seorang pria meninggal setelah dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak di dada.

"Polisi juga melepaskan tembakan di kota selatan Dawei, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya," kata politisi Myanmar, Kyaw Min Htike. Baca juga: Inggris Sanksi 6 Jenderal Termasuk Panglima Milliter Myanmar

Media setempat, Irrawaddy melaporkan satu orang telah terbunuh di kota Mandalay. Sementara badan amal melaporkan dua orang tewas di pusat kota Bago.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Update Kecelakaan Kapal...
Update Kecelakaan Kapal di Perairan Malaysia, 7 WNI Meninggal Dunia
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Berita Terkini
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved