RI Mengaku Prihatin dengan Perkembangan Situasi di Myanmar

loading...
RI Mengaku Prihatin dengan Perkembangan Situasi di Myanmar
Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengaku sangat prihatin dengan perkembangan situasi di Myanmar. Foto/REUTERS
YANGON - Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengaku sangat prihatin dengan perkembangan situasi di Myanmar. Sejumlah demonstran dilaporkan tewas setelah polisi Myanmar melepaskan tembakan ke arah mereka.

"Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka," kata Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan. Baca juga: Jepang Dilaporkan akan Hentikan Bantuan Pembangunan untuk Myanmar

"Ucapan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada korban dan keluarganya," sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari laman Twitter mereka, pada Minggu (28/2/2021).

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh serta mencegah situasi tidak semakin memburuk.

Sebelumnya diwartakan, polisi melepaskan tembakan di berbagai bagian Yangon, setelah granat setrum dan gas air mata gagal membubarkan massa.



Menurut seorang dokter, yang menolak disebutkan namanya, seorang pria meninggal setelah dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak di dada.

"Polisi juga melepaskan tembakan di kota selatan Dawei, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya," kata politisi Myanmar, Kyaw Min Htike. Baca juga: Inggris Sanksi 6 Jenderal Termasuk Panglima Milliter Myanmar

Media setempat, Irrawaddy melaporkan satu orang telah terbunuh di kota Mandalay. Sementara badan amal melaporkan dua orang tewas di pusat kota Bago.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top