China Sebut Masih Terlalu Dini Gelar Penyelidikan Asal Covid-19
Senin, 18 Mei 2020 - 17:37 WIB
loading...
Kementerian Luar Negeri China mengatakan akan sangat prematur untuk menggelar penyelidikan mengenai asal usul Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
BEIJING - Kementerian Luar Negeri China mengatakan akan sangat prematur untuk menggelar penyelidikan mengenai asal usul Covid-1 9. Pernyataan ini datang setelah semakin banyaknya negara yang mendukung adanya penyelidikan mengenai asal virus yang menjadi pandemi ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, pihaknya menilai masih terlalu dini untuk segera meluncurkan penyelidikan tentang asal-usul dan penyebaran Covid-19. "Sebagian besar negara di dunia percaya bahwa pandemi belum berakhir," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (18/5/2020).
( Baca juga: Ratusan Negara Serukan Investigasi Covid-19, Presiden China Siap Bicara )
Seperti diketahui, ratusan negara di dunia mendukung seruan penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi Covid-19. Indonesia ikut jadi bagian dari ratusan negara tersebut. Seruan ini awalnya muncul dari Australia, namun rancangan resolusi dibuat oleh Uni Eropa (UE).
Rancangan resolusi dari UE sekarang memiliki ratusan negara pendukung sponsor, setelah seluruh Grup Afrika dan negara-negara anggotanya bergabung dengan daftar awal 63 negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, pihaknya menilai masih terlalu dini untuk segera meluncurkan penyelidikan tentang asal-usul dan penyebaran Covid-19. "Sebagian besar negara di dunia percaya bahwa pandemi belum berakhir," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (18/5/2020).
( Baca juga: Ratusan Negara Serukan Investigasi Covid-19, Presiden China Siap Bicara )
Seperti diketahui, ratusan negara di dunia mendukung seruan penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi Covid-19. Indonesia ikut jadi bagian dari ratusan negara tersebut. Seruan ini awalnya muncul dari Australia, namun rancangan resolusi dibuat oleh Uni Eropa (UE).
Rancangan resolusi dari UE sekarang memiliki ratusan negara pendukung sponsor, setelah seluruh Grup Afrika dan negara-negara anggotanya bergabung dengan daftar awal 63 negara.
Lihat Juga :