Israel Larang Kumandang Azan saat Pemukim Yahudi Rayakan Purim

Sabtu, 27 Februari 2021 - 00:02 WIB
loading...
Israel Larang Kumandang...
Pemandangan di Masjid Ibrahimi dan sekitarnya di Hebron, Tepi Barat. Foto/Anadolu
A A A
HEBRON - Israel melarang kumandang azan di Masjid Ibrahimi di Hebron dengan dalih para pemukim Yahudi sedang merayakan hari libur Purim.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina mengatakan larangan itu adalah "seruan untuk perang agama".

Otoritas Palestina juga melanjutkan tur ke komunitas internasional serta berbagai organisasi dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan untuk memikul tanggung jawab hukum dan moral mereka dalam melindungi tempat-tempat suci.

Baca juga: Israel Tutup Wilayah Palestina untuk Liburan Yahudi

Direktur dan Kepala Masjid Ibrahimi, Sheikh Hefzi Abu Sneina, mengatakan larangan itu mulai berlaku pada senja kemarin dan akan tetap berlaku hingga Sabtu (27/2) malam.

Baca juga: Putri Latifa Desak Inggris Buka Lagi Kasus Penculikan Kakak Perempuannya

Dia menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kebebasan beribadah yang dijamin hukum internasional.

Lihat infografis: AS Tembakkan ICBM Minuteman III, Mampu Boyong Nuklir

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Otoritas Palestina (PA) juga mengutuk keputusan Israel yang melarang pemegang kartu identitas (ID) Tepi Barat untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.



Otoritas Palestina juga terus mencegah pekerjaan restorasi di Masjid Ibrahimi yang dianggap sebagai upaya untuk Yudaisasi Kota Tua Hebron dan mengusir para pengungsi Palestina.

Sebelumnya dilaporkan, Israel menutup wilayah Palestina yang dikontrol Otoritas Palestina untuk menyambut hari libur Yahudi, Purim.

Juru bicara Angkatan Darat Israel Avichay Adraee mengatakan langkah itu diarahkan oleh kepemimpinan politik berdasarkan penilaian situasi keamanan.

"Penutupan total akan diberlakukan di Yudea dan Samaria, di Tepi Barat yang diduduki, dan penyeberangan Jalur Gaza," ungkap dia dalam pernyataan.

Dia mengatakan penutupan akan dimulai pada Kamis (25/2) tengah malam dan berlangsung hingga Minggu (28/2) tengah malam.

Adraee mengatakan penyeberangan komersial akan tetap dibuka selama penutupan berlangsung.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved