Sudah 4 Orang Penentang Kudeta Militer Myanmar Ditembak Mati
Senin, 22 Februari 2021 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
"Istrinya sekarang patah hati," katanya. "Mereka memiliki seorang putra berusia empat tahun."
Hari Sabtu menandai hari paling mematikan sejauh ini dalam lebih dari dua minggu demonstrasi jalanan nasional.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk penggunaan kekerasan mematikan terhadap massa di Mandalay.
“Penggunaan kekuatan mematikan, intimidasi dan pelecehan terhadap demonstran damai tidak dapat diterima,” tulis Guterres, seperti dikutip AFP, Senin (22/2/2021).
Pasukan keamanan di kota terbesar kedua di negara itu telah berusaha untuk menyerang sebuah galangan kapal dan menahan staf pelabuhan yang melakukan mogok kerja untuk memprotes pengambilalihan kekuasaan oleh tentara.
Baca juga: Kapal Myanmar Tiba di Malaysia untuk Jemput Para Pencari Suaka
Hari Sabtu menandai hari paling mematikan sejauh ini dalam lebih dari dua minggu demonstrasi jalanan nasional.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk penggunaan kekerasan mematikan terhadap massa di Mandalay.
“Penggunaan kekuatan mematikan, intimidasi dan pelecehan terhadap demonstran damai tidak dapat diterima,” tulis Guterres, seperti dikutip AFP, Senin (22/2/2021).
Pasukan keamanan di kota terbesar kedua di negara itu telah berusaha untuk menyerang sebuah galangan kapal dan menahan staf pelabuhan yang melakukan mogok kerja untuk memprotes pengambilalihan kekuasaan oleh tentara.
Baca juga: Kapal Myanmar Tiba di Malaysia untuk Jemput Para Pencari Suaka
Lihat Juga :