Kurangnya Air Bersih Masih Jadi Ancaman Utama di Jalur Gaza
Senin, 22 Februari 2021 - 00:49 WIB
loading...
A
A
A
Perkiraan menunjukkan bahwa pada tahun 2016 daerah kantong itu menampung dua juta orang. Rata-rata, masing-masing menggunakan 88 liter air per hari. Diprediksi pada tahun 2050 penduduk Gaza akan mencapai 4,8 juta dan itu pasti akan mempengaruhi konsumsi air warga Gaza.
"Populasinya terus bertambah dan begitu pula permintaan akan sumber daya yang terbatas ini. Ditambah lagi fakta bahwa petani mencemari dengan pestisida, dan Anda akan mengerti dari mana kontaminasi ini berasal," keluh Hellis, seperti dilansir Sputnik.
Baca: Tank-tank Israel Serang Gaza Utara, Tembaki Petani Palestina
Populasi penduduk di Jalur Gaza bukan satu-satunya yang harus disalahkan dan Hellis menuduh Israel membawa situasi ke atas.
"Israel mencemari Gaza dengan air limbah. Tapi, yang lebih penting adalah mencegah para ahli lingkungan memasuki Jalur itu untuk memeriksa sistem dan menyarankan cara untuk memperbaikinya," ujarnya.
Meskipun tuduhan bahwa Israel dengan sengaja mencemari perairan Gaza tidak pernah terbukti, negara Yahudi tersebut mengakui bahwa mereka mencegah bahan-bahan tertentu memasuki Jalur Gaza. Israel khawatir, Hamas, kelompok yang dianggap organisasi teroris oleh pejabat di Yerusalem, akan menggunakan sumber daya tersebut untuk keperluan militer.
Baca: Palestina Tuduh Israel Cegah Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Gaza
Pada saat yang sama, Israel menyadari bahwa masalah kontaminasi air pada akhirnya dapat menjadi bumerang bagi mereka. Karenanya, pada tahun 2019, negara Yahudi tersebut mulai membangun saluran pipa ke Gaza yang bertujuan untuk menyediakan wilayah tersebut dengan sumber daya yang sangat dibutuhkan.
"Populasinya terus bertambah dan begitu pula permintaan akan sumber daya yang terbatas ini. Ditambah lagi fakta bahwa petani mencemari dengan pestisida, dan Anda akan mengerti dari mana kontaminasi ini berasal," keluh Hellis, seperti dilansir Sputnik.
Baca: Tank-tank Israel Serang Gaza Utara, Tembaki Petani Palestina
Populasi penduduk di Jalur Gaza bukan satu-satunya yang harus disalahkan dan Hellis menuduh Israel membawa situasi ke atas.
"Israel mencemari Gaza dengan air limbah. Tapi, yang lebih penting adalah mencegah para ahli lingkungan memasuki Jalur itu untuk memeriksa sistem dan menyarankan cara untuk memperbaikinya," ujarnya.
Meskipun tuduhan bahwa Israel dengan sengaja mencemari perairan Gaza tidak pernah terbukti, negara Yahudi tersebut mengakui bahwa mereka mencegah bahan-bahan tertentu memasuki Jalur Gaza. Israel khawatir, Hamas, kelompok yang dianggap organisasi teroris oleh pejabat di Yerusalem, akan menggunakan sumber daya tersebut untuk keperluan militer.
Baca: Palestina Tuduh Israel Cegah Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Gaza
Pada saat yang sama, Israel menyadari bahwa masalah kontaminasi air pada akhirnya dapat menjadi bumerang bagi mereka. Karenanya, pada tahun 2019, negara Yahudi tersebut mulai membangun saluran pipa ke Gaza yang bertujuan untuk menyediakan wilayah tersebut dengan sumber daya yang sangat dibutuhkan.
Lihat Juga :