Kurangnya Air Bersih Masih Jadi Ancaman Utama di Jalur Gaza
Senin, 22 Februari 2021 - 00:49 WIB
loading...
A
A
A
Sementara pipa itu masih dalam pembangunan, Hellis memperingatkan bahwa situasi di Gaza dengan cepat menjadi tidak terkendali. "Kami telah menyaksikan dampak langsung dari air yang tercemar yang mengakibatkan penyebaran berbagai penyakit, termasuk kanker," ujarnya.
Pada tahun 2009, misalnya, laporan UNICEF menyebutkan bahwa 12 persen kematian pada anak-anak dan bayi di Gaza disebabkan oleh diare. Dua tahun kemudian, 26 persen dari semua penyakit masa kanak-kanak diidentifikasi sebagai ditularkan melalui air. Pada tahun 2016, seperempat dari semua penyakit di Gaza dikaitkan dengan kualitas air yang buruk di daerah itu.
Baca: Mesir Buka Perbatasan Rafah dengan Gaza hingga Informasi Lebih Lanjut
Hellis mengatakan bahwa Hamas, yang bertanggung jawab atas Jalur Gaza sejak 2007, telah berjuang untuk mengatasi situasi tersebut. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya sumber daya manusia yang didedikasikan untuk ini dan hal lainnya adalah tidak adanya uang tunai untuk menjalankan proyek yang ada.
Ketidakmampuan Hamas mengatasi krisis tersebut mendorong berbagai LSM mencari solusi. Belum lama ini, dilaporkan bahwa sebuah perusahaan Israel, Watergen, telah menyumbangkan beberapa generator bertenaga surya ke Gaza untuk menyedot hingga 6.000 liter air per hari.
Namun, bagi Hellis dan organisasi yang dia wakili, ini hanyalah solusi sementara.
"Kami memiliki banyak LSM yang memberikan solusi kepada Gaza. Tetapi, situasinya tidak akan membaik karena tantangan permanen kami. Untuk menghilangkan tantangan itu kami membutuhkan komunitas internasional untuk menekan Israel agar mengakhiri pendudukan mereka," tukasnya.
Pada tahun 2009, misalnya, laporan UNICEF menyebutkan bahwa 12 persen kematian pada anak-anak dan bayi di Gaza disebabkan oleh diare. Dua tahun kemudian, 26 persen dari semua penyakit masa kanak-kanak diidentifikasi sebagai ditularkan melalui air. Pada tahun 2016, seperempat dari semua penyakit di Gaza dikaitkan dengan kualitas air yang buruk di daerah itu.
Baca: Mesir Buka Perbatasan Rafah dengan Gaza hingga Informasi Lebih Lanjut
Hellis mengatakan bahwa Hamas, yang bertanggung jawab atas Jalur Gaza sejak 2007, telah berjuang untuk mengatasi situasi tersebut. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya sumber daya manusia yang didedikasikan untuk ini dan hal lainnya adalah tidak adanya uang tunai untuk menjalankan proyek yang ada.
Ketidakmampuan Hamas mengatasi krisis tersebut mendorong berbagai LSM mencari solusi. Belum lama ini, dilaporkan bahwa sebuah perusahaan Israel, Watergen, telah menyumbangkan beberapa generator bertenaga surya ke Gaza untuk menyedot hingga 6.000 liter air per hari.
Namun, bagi Hellis dan organisasi yang dia wakili, ini hanyalah solusi sementara.
"Kami memiliki banyak LSM yang memberikan solusi kepada Gaza. Tetapi, situasinya tidak akan membaik karena tantangan permanen kami. Untuk menghilangkan tantangan itu kami membutuhkan komunitas internasional untuk menekan Israel agar mengakhiri pendudukan mereka," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :