Keluarga Kerajaan Dubai: Putri Latifa Sedang Dirawat di Rumah

Sabtu, 20 Februari 2021 - 18:01 WIB
loading...
Keluarga Kerajaan Dubai:...
Putri Latifa (kiri) bersama temannya saat melarikan diri dari rumah dan sebelum dipulangkan secara paksa ke Dubai. Foto/abc news
A A A
LONDON - Keluarga kerajaan Dubai mengatakan Putri Latifa "dirawat di rumah" setelah BBC memperoleh video di mana dia menuduh keluarganya menyanderanya sejak dia mencoba melarikan diri pada 2018.

"Dia terus membaik dan kami berharap dia akan kembali ke kehidupan publik pada waktu yang tepat," ungkap pernyataan keluarga kerajaan Dubai, dilansir BBC.

Dalam video yang direkam secara diam-diam, sang putri berkata dia takut akan nyawanya.

Baca juga: PBB Minta UEA Jelaskan Nasib Putri Penguasa Dubai yang ‘Disandera’

Rekaman itu memicu seruan global untuk penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Putri Penguasa Dubai Kirim Pesan Rahasia, Mengaku Ditahan di Vila

Badan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB telah meminta Uni Emirat Arab (UEA) memberikan bukti bahwa sang putri masih hidup.



Tetapi tidak ada video atau foto yang dirilis dengan pernyataan keluarga yang dapat menjadi bukti Putri Latifa masih hidup. Juga tidak ada rincian tentang kondisinya sekarang.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan kepada BBC bahwa dia akan menyelidiki kasus ini.

"Kami menangani hak asasi manusia dengan serius, kami akan memantau situasi dengan cermat. Di seluruh bidang, dengan musuh, pesaing, dengan mitra dan sekutu. Kami menganggap serius hak asasi manusia dan presiden telah meletakkannya di jantung kebijakan luar negeri kami dan negara-negara dapat mengharapkan kami untuk menindaklanjutinya," papar dia.

Kepala Human Rights Watch, Kenneth Roth, menggambarkan pernyataan keluarga itu sebagai "cerita sampul". Dia mengatakan tidak ada yang akan percaya para bangsawan Dubai sampai Latifa memiliki kebebasan berbicara untuk dirinya sendiri.

Kampanye FreeLatifa mengatakan, pernyataan serupa dari keluarga kerajaan telah diberikan di masa lalu dan tidak dapat dipercaya.

Dalam pernyataan, para pegiat mengatakan mereka khawatir otoritas Dubai mungkin telah menyiksanya dan membiusnya.

"Sekarang sangat mendesak bahwa tim independen dari Perserikatan Bangsa-Bangsa pergi ke Dubai dan dapat mengunjungi Latifa segera, dan bahwa mereka bersikeras agar Latifa dibawa ke tempat aman di negara pilihannya," ungkap kampanye FreeLatifa.

Apa yang dikatakan keluarga kerajaan Dubai?

Tanggapan keluarga kerajaan datang melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Uni Emirat Arab (UEA) di London, Inggris.

"Menanggapi pemberitaan media tentang Sheikha Latifa, kami ingin berterima kasih kepada mereka yang telah menyatakan kepeduliannya atas kesejahteraannya, meskipun liputannya tentu tidak mencerminkan posisi sebenarnya," ungkap pernyataan keluarga kerajaan Dubai.

"Keluarganya telah memastikan bahwa Yang Mulia dirawat di rumah, didukung oleh keluarga dan para profesional medisnya," papar pernyataan itu.

Ayah Putri Latifa, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, adalah salah satu kepala negara terkaya di dunia, penguasa Dubai dan wakil presiden UEA.

Bagaimana Putri Latifa ditangkap?

Dengan bantuan teman-temannya, Putri Latifa mencoba kabur dari Dubai untuk memulai hidup baru pada Februari 2018.

"Saya tidak diizinkan mengemudi, saya tidak diizinkan bepergian atau meninggalkan Dubai sama sekali," ujar dia dalam video yang direkam sebelum dia melarikan diri.

Namun beberapa hari kemudian, sang putri ditangkap oleh pasukan komando di atas perahu di Samudra Hindia. Dia diterbangkan kembali ke Dubai, tempat dia tinggal sejak itu.

Ayahnya mengatakan dia bertindak untuk kepentingan terbaiknya. Dubai dan UEA sebelumnya mengatakan Putri Latifa aman dalam perawatan keluarga.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Profil Zion Suzuki:...
Profil Zion Suzuki: Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved