Pengembang TikTok Bangun Algoritma Sensor Siaran Streaming Uighur

Jum'at, 19 Februari 2021 - 22:50 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2019, TikTok dituduh melakukan sensor sejalan dengan arahan Pemerintah Komunis China oleh Senator Amerika Serikat (AS) Marco Rubio. Itu terjadi jelang dimulainya perang kata-kata yang semakin memanas yang pada akhirnya membuat Presiden Donald Trump mencoba melarang aplikasi tersebut dari AS secara nasional dengan alasan keamanan.

Pada bulan November, seorang eksekutif senior TikTok mengatakan pada sidang parlemen Inggris bahwa perusahaan tersebut sebelumnya menyensor konten secara khusus berkaitan dengan situasi Uighur tetapi dia menambahkan pihaknya tidak lagi melakukan hal ini.

TikTok telah berulang kali berusaha menjauhkan diri dari ikatan China-nya. Pemerintahan Biden dilaporkan sedang menilai kembali apakah akan mempertahankan kebijakan dari mantan Presiden Trump yang akan memaksa TikTok untuk melepaskan operasinya di AS.

Baca juga: Pelarangan TikTok di Amerika Ditunda Sampai Akhir November

China sendiri telah dikecam karena perlakuannya terhadap Muslim Uighur , etnis dan agama minoritas di provinsi Xinjiang barat, tempat puluhan ribu orang Uighur ditahan di pusat-pusat penahanan.

Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengatakan bulan lalu bahwa dia menganggap perlakuan China terhadap Muslim Uigher sebagai genosida.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Melunak, Trump Tiba-Tiba...
Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Berita Terkini
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved