Partai Jepang Undang Wanita Ikut Rapat untuk 'Melihat, Bukan Bicara'
Kamis, 18 Februari 2021 - 04:04 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal LDP Toshihiro Nikai. Foto/REUTERS
A
A
A
TOKYO - Beberapa hari setelah Ketua Olimpiade Jepang dipaksa mundur karena komentar seksis, partai berkuasa LDP memutuskan mengundang wanita untuk menghadiri pertemuan-pertemuan penting.
Namun Partai Demokrat Liberal (LDP) memberikan syarat bahwa wanita-wanita itu diundang selama mereka tidak berbicara.
LDP mengusulkan mengizinkan lima anggota parlemen perempuan untuk mengamati rapat dewan yang semuanya laki-laki.
Baca juga: Biden Setujui Penjualan Senjata Senilai Rp2,8 Triliun ke Mesir
Mereka tidak dapat berbicara selama rapat, hanya boleh menyampaikan pendapat setelah rapat.
Baca juga: Putri Penguasa Dubai Kirim Pesan Rahasia, Mengaku Ditahan di Vila
Wanita di Jepang telah lama terasing dari politik dan partisipasi ekonomi.
Jepang berada di peringkat 121 dalam daftar 153 negara pada Indeks Kesenjangan Gender Global 2020 oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF).
Dua wanita saat ini duduk di dewan beranggota 12 orang di LDP yang telah berkuasa hampir terus menerus sejak 1955.
Sekretaris Jenderal LDP Toshihiro Nikai, 82, mengatakan pada konferensi pers pada Selasa bahwa dia ingin membawa perspektif perempuan ke dalam pertemuan tersebut.
Dia mengaku menyadari kritik terhadap dominasi laki-laki dari dewan partai dan penting bahwa anggota perempuan dari partai "melihat" proses pengambilan keputusan.
"Penting untuk memahami sepenuhnya diskusi seperti apa yang terjadi. Coba lihat, ini tentang apa," ujar dia.
Media Jepang melaporkan kelima wanita itu akan diizinkan duduk sebagai pengamat pada rapat dewan pengambilan keputusan tetapi tidak diizinkan berbicara. Mereka bisa menyampaikan pendapatnya ke kantor sekretariat setelah rapat itu.
Saat ini hanya 46 dari 465 politisi di Shugiin atau Dewan Perwakilan Rakyat Jepang adalah perempuan, atau hanya sekitar 10%, dibandingkan rata-rata global 25%.
Namun Partai Demokrat Liberal (LDP) memberikan syarat bahwa wanita-wanita itu diundang selama mereka tidak berbicara.
LDP mengusulkan mengizinkan lima anggota parlemen perempuan untuk mengamati rapat dewan yang semuanya laki-laki.
Baca juga: Biden Setujui Penjualan Senjata Senilai Rp2,8 Triliun ke Mesir
Mereka tidak dapat berbicara selama rapat, hanya boleh menyampaikan pendapat setelah rapat.
Baca juga: Putri Penguasa Dubai Kirim Pesan Rahasia, Mengaku Ditahan di Vila
Wanita di Jepang telah lama terasing dari politik dan partisipasi ekonomi.
Jepang berada di peringkat 121 dalam daftar 153 negara pada Indeks Kesenjangan Gender Global 2020 oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF).
Dua wanita saat ini duduk di dewan beranggota 12 orang di LDP yang telah berkuasa hampir terus menerus sejak 1955.
Sekretaris Jenderal LDP Toshihiro Nikai, 82, mengatakan pada konferensi pers pada Selasa bahwa dia ingin membawa perspektif perempuan ke dalam pertemuan tersebut.
Dia mengaku menyadari kritik terhadap dominasi laki-laki dari dewan partai dan penting bahwa anggota perempuan dari partai "melihat" proses pengambilan keputusan.
"Penting untuk memahami sepenuhnya diskusi seperti apa yang terjadi. Coba lihat, ini tentang apa," ujar dia.
Media Jepang melaporkan kelima wanita itu akan diizinkan duduk sebagai pengamat pada rapat dewan pengambilan keputusan tetapi tidak diizinkan berbicara. Mereka bisa menyampaikan pendapatnya ke kantor sekretariat setelah rapat itu.
Saat ini hanya 46 dari 465 politisi di Shugiin atau Dewan Perwakilan Rakyat Jepang adalah perempuan, atau hanya sekitar 10%, dibandingkan rata-rata global 25%.
(sya)
Lihat Juga :