Telepon Blinken, Menlu Retno Turut Singgung Soal Palestina dan Afghanistan

Rabu, 17 Februari 2021 - 21:39 WIB
loading...
Telepon Blinken, Menlu...
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, semalam. Foto/Kemlu RI
A A A
BANDAR SERI BEGAWAN - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsud i telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Antony Blinken, semalam. Retno menuturkan, dia membahas isu bilateral hingga global dalam pembicaraan itu.

Retno menuturkan, untuk isu bilateral, dia dan Blinken membahas mengenai bagaimana meningkatkan kerjasama kedua negara, khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi.

"Untuk isu bilateral, Indonesia menekankan komitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam konteks kerjasama strategis, meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi, termasuk mengundang para investor AS untuk bergabung dalam sovereign wealth fund Indonesia," ucapnya.

Untuk isu kawasan dan global, Retno mengatakan dia menyampaikan apresiasi terhadap komitmen AS terhadap multilateralisme.Baca juga: Lewat Telepon, Menlu RI dan AS Bahas Kerjasama Bilateral hingga Myanmar

"Kita juga melakukan tukar pikiran mengenai Palestina, Afghanistan dan perkembangan situasi di Myanmar. AS menghargai kepemimpinan Indonesia, baik untuk isu-isu berbagai isu kawasan, maupun berbagai isu global," ujarnya pada Rabu (16/2/2021).

Pernyataan serupa sebelumnya disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price. Di mana, Price mengatakan dalam pembicaraan dengan Retno, Blinken berterima kasih atas usaha Indonesia dalam membawa perdamaian di Afghanistan.

"Memuji kepemimpinannya sebagai teladan positif bagi perempuan dan anak perempuan, serta mencatat bahwa sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki wawasan khusus yang dapat ditawarkan kepada rakyat Afghanistan dalam usaha penyelesaian masalah politik," ucap Price.Baca juga: Menlu Retno: Mekanisme Kawasan Harus Bekerja untuk Bantu Selesaikan Masalah Myanmar
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Premier Padel Valladolid...
Premier Padel Valladolid P2 2026 Tayang di VISION+, Cek Jadwal Lengkapnya
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved