Heboh Video Putri Latifa Dipenjara di Vila, Penguasa Dubai Bungkam

Rabu, 17 Februari 2021 - 06:40 WIB
loading...
Heboh Video Putri Latifa...
Putri Latifa, putri penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum yang mengaku sedang dipenjara di sebuah vila tertutup. Foto/Tiina Jauhiainen/Wikimedia
A A A
DUBAI - Putri Latifa , putri penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, secara diam-diam merilis video yang mengungkap dirinya sedang ditahan di sebuah vila yang diubah jadi penjara. Videonya telah disiarkan program berita investigasi BBC Panorama pada hari Selasa.

Ketika video tersebut jadi pemberitaan media-media internasional, kantor media pemerintah Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), merujuk pertanyaan tentang video tersebut ke firma hukum Sheikh Mohammed. Namun, firma hukum untuk Sheikh memilih bungkam.

Baca juga: Putri Penguasa Dubai Kirim Pesan Rahasia, Mengaku Ditahan di Vila

David Pannick, seorang pengacara di London yang mewakili Sheikh Mohammed dalam perselisihan hukum dengan mantan istrinya; Putri Haya, mengatakan; "Sebagai salah satu pengacara dalam proses hukum saat ini, saya tidak dapat berkomentar."

Dalam videonya, Putri Latifa mengatakan vila tempat dia dipenjara telah dibarikade. Putri Dubai yang dikenal sebagai Sheikha Latifa ini pernah menarik perhatian internasional pada 2018 ketika sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) merilis video yang dibuat olehnya yang menggambarkan upaya melarikan diri dari Dubai.

Pada Maret lalu, seorang hakim Pengadilan Tinggi London mengatakan bahwa dia menerima serangkaian tuduhan yang dibuktikan oleh mantan istri penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, Putri Haya, dalam pertempuran hukum, termasuk bahwa Sheikh Mohammed memerintahkan penculikan Latifa. Pengacara Sheikh Mohammed menolak tuduhan tersebut.

"Saya seorang sandera dan vila ini telah diubah menjadi penjara," kata Latifa, 35, dalam video "The Missing Princess" yang diterbitkan oleh BBC Panorama dan dikutip Reuters, Rabu (17/2/2021).

Dia mengatakan membuat video di kamar mandi vila, satu-satunya ruangan tempat dia bisa mengunci diri. "Saya tidak bisa membuka jendela apa pun...Saya sendirian, kurungan terisolasi. Tidak ada akses ke bantuan medis, tidak ada pengadilan, tanpa dakwaan, tidak ada."

Baca juga: Arab Saudi Dilaporkan Tangkap Ulama Perempuan karena Mengajar Al-Qur'an di Rumah

Menurut BBC, Putri Latifa diam-diam merekam video dirinya di ponsel saat bersembunyi di kamar mandi yang bisa dia kunci. Video dokumenter itu menyatakan sekitar setahun setelah Latifa dibawa kembali ke Dubai, temannya Tiina Jauhiainen dihubungi oleh seseorang yang membantunya secara diam-diam berhubungan kembali dengannya.

"Jauhiainen berhasil mendapatkan telepon ke Latifa dan sejak itu sang putri telah merekam banyak pesan video menggambarkan penahanannya di sebuah vila yang diubah menjadi penjara dengan jendela tertutup," kata BBC dalam siaran persnya.

"BBC Panorama telah secara independen memverifikasi detail di mana Latifa disandera. Dia dijaga oleh sekitar 30 polisi, bekerja secara bergilir, baik di dalam maupun di luar vila. Lokasinya hanya beberapa meter dari pantai. Tidak diketahui apakah dia masih ada di sana," lanjut siaran pers tersebut.

Kampanye "Latifa Bebas", yang telah melobi untuk pembebasannya, mengatakan telah berhasil menyelundupkan telepon ke Latifa.

David Haigh, salah satu pendiri kampanye dan pengacaranya, menyerukan pembebasan segera Latifa dan diakhirinya periode pelanggaran hak asasi manusia yang menghebohkan, yang telah merusak reputasi Uni Emirat Arab secara signifikan.

Tampak waspada dan berbicara dengan tenang, Latifa mengatakan dalam video tersebut bahwa ada petugas polisi yang ditempatkan di luar dan di dalam vila. "Saya hanya ingin bebas," katanya.

Pada Desember 2018, Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan Latifa ada di rumah dan tinggal bersama keluarganya setelah kelompok hak asasi manusia meminta pihak berwenang di negara Teluk Arab untuk mengungkapkan keberadaan dan kondisinya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 Fakta UEA Bergabung...
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
Iran Bisa Kembali Serang...
Iran Bisa Kembali Serang UEA untuk Balas Serangan Israel terhadap Lebanon
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel
UEA Sebut Peluang Kesepakatan...
UEA Sebut Peluang Kesepakatan AS-Iran untuk Selesaikan Masalah Selat Hormuz Hanya 50-50
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Berita Terkini
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved