Pengacara: Aung San Suu Kyi Ditahan hingga 17 Februari

Senin, 15 Februari 2021 - 13:28 WIB
loading...
Pengacara: Aung San...
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi ditangkap militer, Senin (2/1/2021). Suu Kyi dikudeta militer. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Pemimpin Myanmar yang dikudeta militer, Aung San Suu Kyi , akan ditahan sampai Rabu (17/2/2021) untuk sidang pengadilan. Hal itu disampaikan pengacaranya, Khin Maung Zaw hari ini.

Pengacara tersebut mengatakan kepada wartawan di Ibu Kota Myanmar, Naypyitaw, bahwa Suu Kyi tidak akan muncul di depan publik hari ini seperti yang diharapkan banyak orang.

Baca juga: Para Diplomat Barat Peringatkan Militer Myanmar: Dunia Sedang Menonton!

“Kami datang ke sini untuk menyerahkan surat kuasa kami dan berdiskusi dengan hakim distrik. Menurut dia, penahanan itu sampai 17 [Februari] dan tidak hari ini," kata Khin Maung Zaw, seperti dikutip Reuters.

Dia masih berusaha untuk melihat Suu Kyi sesuai dengan hukum. Dia mengatakan bahwa penampilan awal Suu Kyi akan melalui konferensi video.

Ketika ditanya tentang keadilan persidangan, pengacara itu berkata; "Apakah itu adil atau tidak, Anda dapat memutuskan sendiri."

Daw Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar, ditangkap dan ditahan militer dalam kudeta 1 Februari dini hari. Militer melakukan kudeta setelah partainya Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memenangkan pemilu November 2020.

Militer tidak mengakui hasil pemilu tersebut dengan membuat tuduhan bahwa pemilu diwarnai kecurangan. Namun, Komisi Pemilu membantah tuduhan kecurangan pemilu tersebut.

Baca juga: Coba Selamatkan Pacar dari Mobil Terbakar, Wanita Cantik Ini Bertaruh Nyawa

Selain Suu Kyi, Presiden U Win Myint, para menteri dan sejumlah politisi NLD juga ditahan. Belakangan, Suu Kyi dituduh mengimpor beberapa handie-talkie secara ilegal, yang menurut para pengamat merupakan tuduhan yang mengada-ada.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved