Para Diplomat Barat Peringatkan Militer Myanmar: Dunia Sedang Menonton!

Senin, 15 Februari 2021 - 11:43 WIB
loading...
Para Diplomat Barat...
Poster-poster bergambar pemimpin militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing terpajang di dinding-dinding jalan umum negara itu. Foto/Screenshot CNN
A A A
YANGON - Para diplomat Barat pada hari Minggu memperingatkan junta militer Myanmar bahwa "dunia sedang menonton" ketika layanan komunikasi dipadamkan di negara itu. Layanan internet dan seluler terganggu pada Minggu malam hingga Senin (15/2/2021), setelah publik setempat turun ke jalan menentang kudeta militer.

LSM Pemantau NetBlocks mengatakan konektivitas jaringan komunikasi di seluruh negeri turun menjadi hanya 14 persen secara nasional sejak pukul 01.00 pagi waktu setempat. Menurut warga setempat, layanan seluler dari semua operator juga terganggu.

Baca juga: Coba Selamatkan Pacar dari Mobil Terbakar, Wanita Cantik Ini Bertaruh Nyawa

Negara itu telah menghadapi protes yang meluas selama dua minggu terakhir sejak junta militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari. Militer menggulingkan pemimpin yang terpilih secara demokratis; Aung San Suu Kyi, dan menahan para pejabat penting pemerintah sipil.

Menanggapi protes publik, militer berusaha membatasi akses terhadap internet dan layanan berita, serta menerapkan undang-undang keamanan siber baru yang berpotensi yang dikhawatirkan pengamat dapat membatasi aliran informasi lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Berita Terkini
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved