Trump Diputus Bebas, Politisi AS Ramai-ramai Curhat di Twitter

Minggu, 14 Februari 2021 - 10:24 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Konstitusional, Senat AS Lanjutkan Sidang Pemakzulan Trump Jilid II

Seperti yang dicatat oleh Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer, hasil pemakzulan berarti bahwa sekarang musim terbuka untuk siapa pun yang memiliki dukungan terbesar, senjata paling kuat. Dia mencatat bahwa 5 tahun lalu, Senator Republik memperingatkan apa yang akan terjadi dengan partai mereka jika Trump menjadi calon mereka dan sekarang tidak ada yang lebih tidak Amerika dan antitesis terhadap demokrasi lalu membiarkan Trump lolos dari kejahatannya.

"Teman-teman Amerika saya — Jika bangsa ini akan bertahan lama, kami, sebagai rakyat, tidak dapat memaafkan perilaku Trump. Jika kebohongan tentang pemilu dapat diterima, jika mendorong kekerasan politik menjadi norma, itu akan menjadi musim terbuka bagi siapa pun yang memiliki klub terbesar, senjata paling kuat," tweet Schumer.

Sedangkan Senator Partai Demokrat Elizabeth Warren mengklaim bahkan 7 Senat Republik tidak bisa menerima cara Trump mendorong segerombolan teroris domestik untuk masuk ke gedung Capitol.

Baca juga: DPR AS Kirim Artikel Pemakzulan ke Senat, Trump Terancam Tak Bisa Nyapres 2024

"Demokrasi kita harus lebih kuat dari mantan presiden dan 43 senator yang memihaknya hari ini," tweetnya.

Demikian pula, Senator Demokrat lainnya Dick Durbin yang mencatat bahwa Senat seharusnya menghukum Trump untuk mengirimkan pesan yang tegas bahwa tidak dapat diterima bagi presiden untuk menghasut kekerasan untuk menghentikan transisi kekuasaan secara damai. Dia juga menekankan bahwa dia memilih "bersalah" karena manajer DPR telah meletakkan kasus yang luar biasa untuk divonis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal...
Houthi Peringatkan Kapal-Kapal Tak Bongkar Muat di Pelabuhan Saudi atau Ditembak
Rekomendasi
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved