Tahun Baru Imlek: Orang-orang China Terjebak dan Tak Berdaya di Luar Negeri

Jum'at, 12 Februari 2021 - 03:29 WIB
loading...
A A A
Qiu mengatakan dia merayakan Tahun Baru Imlek tahun lalu dengan sekitar 60 orang China di sebuah restoran China di Bangalore, tetapi tahun ini, dengan restoran tutup dan sebagian besar pekerja China sudah pulang, dia akan merayakannya dengan empat rekan lainnya. “Tidak akan ada yang istimewa tahun ini karena pilihan kami sangat terbatas,” katanya.

Sementara Gao akan berpesta daging domba untuk makan malam malam Tahun Baru Imlek dan Amy yang berbasis di Singapura akan memasak berbagai hidangan China dengan beberapa teman, ekspatriat China lainnya mengatakan tidak akan banyak yang bisa dirayakan, mengingat keluarga dan teman mereka di rumah juga akan mengadakan perayaan yang "diredam" sejalan dengan pembatasan virus corona. Hal ini terutama terjadi pada sekitar 20 juta orang di kota Shijiazhuang, Xingtai dan Heilongjiang, yang telah kembali melakukan lockdown.

You, penduduk asli Shenyang di Lion City (Kota Singa), berkata bahwa peraturan di kampung halamannya yang melarang kunjungan ke rumah orang lain membuat saudara laki-lakinya tidak diizinkan untuk melihat Ibu lansia mereka tahun ini.

Zhuo Haiying, yang berasal dari provinsi Fujian dan telah tinggal di Singapura selama lebih dari dua dekade, mengatakan bahwa dia dan teman-teman China-nya mengindahkan saran pemerintah China untuk tidak kembali ke rumah untuk menghentikan impor virus.

“Kami semua merasa terjebak dan tidak berdaya,” katanya. “Melihat situasi virus di seluruh dunia, kami hanya ingin selamat di tahun baru ini. Orang tua kami yang sudah lanjut usia semua di rumah berharap virus akan segera berakhir sehingga kami bisa pulang.”

You mengatakan dia akan memperlakukan periode panjang Tahun Baru Imlek hanya sebagai minggu kerja biasa, agar tidak kepikiran yang di rumah.

“Ada suasana perayaan yang berbeda di rumah saat Anda dikelilingi oleh keluarga dan teman. Saya di sini sendirian jadi tidak banyak yang bisa dirayakan," katanya. "Rasanya menyedihkan menghabiskannya dalam kesendirian."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved