George Shultz Meninggal, Diplomat AS Akhiri Perang Dingin tapi Anjurkan Perang Baru

Senin, 08 Februari 2021 - 06:51 WIB
loading...
George Shultz Meninggal,...
George Shultz, diplomat kawakan Amerika Serikat meninggal di usia 100 tahun. Dialah yang membantu mengakhiri Perang Dingin, tapi mengajurkan perang baru. Foto/Gulf News/Archives
A A A
WASHINGTON - George Shultz, menteri luar negeri Amerika Serikat (AS) era Presiden Ronald Reagan, telah meninggal di usia 100 tahun. Dialah diplomat Amerika yang membantu mengakhiri Perang Dingin tetapi berkontribusi pada konflik baru dengan menganjurkan serangan pendahuluan (preemptive strikes).

Shultz merupakan profesor ekonomi yang melihat dirinya lebih sebagai ahli yang digerakkan oleh data daripada seorang ideolog. Shultz memiliki perbedaan langka dalam melayani di empat posisi kabinet yang berbeda—termasuk menjadi Menteri Keuangan ketika Richard Nixon membongkar sistem moneter Bretton Woods pasca-Perang Dunia II.

Baca juga: Targetkan Arab Saudi, 4 Drone Bersenjata Houthi Ditembak Jatuh

"Salah satu pembuat kebijakan paling berpengaruh sepanjang masa, setelah melayani tiga presiden Amerika, George P. Shultz meninggal 6 Februari pada usia 100 tahun," kata lembaga pemikir Hoover Institution dalam sebuah pernyataan di situsnya, seperti dikutip AFP, Senin (8/2/2021).

Di Gedung Putih Reagan, terkenal karena perselisihannya, Shultz adalah salah satu tokoh yang paling tidak kontroversial. Dia membina hubungan baik dengan Kongres dan pers dan, yang paling penting adalah memberikan dukungan yang sangat kuat dari presiden sendiri, yang menjadikan Shultz sebagai diplomat utamanya selama 6,5 tahun.

Pada awal 1983, setengah tahun masa jabatannya, Shultz kembali dari China ke Washington yang bersalju dan diundang oleh Nancy Reagan untuk makan malam santai di Gedung Putih di mana dia tertarik untuk mendengar presiden terkenal anti-Komunis bersemangat untuk bertemu Soviet.

"Dia tidak pernah melakukan sesi panjang dengan pemimpin penting dari negara Komunis, dan saya bisa merasakan dia akan menikmati kesempatan seperti itu," tulis Shultz dalam memoarnya, "Turmoil and Triumph."

Beberapa hari kemudian, Shultz membawa duta besar Soviet ke Gedung Putih dengan mobil tak bertanda untuk pertemuan rahasia dengan Reagan, yang mendesak Moskow untuk mengizinkan emigrasi umat Kristen Pantekosta yang mencari perlindungan di kedutaan AS.

Soviet diam-diam mengikuti. Peran Reagan yang tidak mungkin sebagai negosiator dengan negara adidaya yang disebutnya sebagai "kerajaan jahat" telah dimulai.

Harapan Meningkat dengan Gorbachev

Pada tahun 1985, Mikhail Gorbachev naik ke pucuk pimpinan Partai Komunis dan Shultz, bergabung dengan wakil presiden George H.W. Bush, terbang ke Moskow dan menemuinya di pemakaman pendahulunya, Konstantin Chernenko.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 79-80: Rencana Dipa Bungkam Danang Gagal Total
Berita Terkini
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved