AS: Beli S-400 Rusia, Turki Tak Konsisten dengan Komitmen sebagai Sekutu NATO
Sabtu, 06 Februari 2021 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Utusan AS untuk Turki David Michael Satterfield mengatakan pada hari Jumat bahwa Washington tidak berencana untuk membuat kelompok kerja dengan Ankara untuk menyelesaikan perbedaan atas pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia.
Pada Januari, Turki menyatakan kesiapan untuk membeli paket kedua sistem S-400 Rusia dengan syarat transfer teknologi.
Baca juga: AS Akhirnya Jatuhkan Sanksi Turki karena Beli Sistem Rudal S-400 Rusia
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengklaim pembelian senjata pertahanan itu tidak dapat diterima dan mengatakan tindakan yang lebih keras mungkin diperlukan untuk mencegah kerjasama pertahanan antara kedua negara.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berulang kali menyatakan bahwa akuisisi sistem pertahanan udara S-400 adalah masalah kedaulatan Ankara, dan tidak memerlukan izin AS untuk menerima sistem baru tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang akan Biden katakan tetapi bagaimanapun kami tidak akan meminta izin dari siapa pun," kata Erdogan sebelum pelantikan Joe Biden pada 20 Januari lalu.
Washington bersikeras bahwa Rusia diduga dapat menggunakan sistem pertahanan udara itu untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan canggih pesawat tempur AS. Sebaliknya, Ankara menyatakan pertahanan udara S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan merusak keamanan aliansi.
Pada Januari, Turki menyatakan kesiapan untuk membeli paket kedua sistem S-400 Rusia dengan syarat transfer teknologi.
Baca juga: AS Akhirnya Jatuhkan Sanksi Turki karena Beli Sistem Rudal S-400 Rusia
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengklaim pembelian senjata pertahanan itu tidak dapat diterima dan mengatakan tindakan yang lebih keras mungkin diperlukan untuk mencegah kerjasama pertahanan antara kedua negara.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berulang kali menyatakan bahwa akuisisi sistem pertahanan udara S-400 adalah masalah kedaulatan Ankara, dan tidak memerlukan izin AS untuk menerima sistem baru tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang akan Biden katakan tetapi bagaimanapun kami tidak akan meminta izin dari siapa pun," kata Erdogan sebelum pelantikan Joe Biden pada 20 Januari lalu.
Washington bersikeras bahwa Rusia diduga dapat menggunakan sistem pertahanan udara itu untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan canggih pesawat tempur AS. Sebaliknya, Ankara menyatakan pertahanan udara S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan merusak keamanan aliansi.
Lihat Juga :