Jenderal Tertinggi NATO: China dan Rusia Bentuk Poros Kekuatan Baru

Sabtu, 06 Februari 2021 - 06:16 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Picu Ketegangan, Perusahaan China Ingin Bangun Kota di 'Depan Pintu' Australia

Untuk saat ini, Presiden Vladimir Putin dan Ketua Xi Jinping telah mengesampingkan sumber ketidaksepakatan itu.

Rusia dan China mulai memperkuat hubungan diplomatik, ekonomi dan militer mereka setelah negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Moskow pada 2014. Rusia baru saja menginvasi Semenanjung Crimea dan meluncurkan operasi tempur rahasia di timur Ukraina.

Pada tahun 2018, kedua kekuatan itu mengerahkan ratusan ribu pasukan dan pesawat serta kapal perang menuju latihan militer gabungan terbesar mereka.

Baca juga : Kebobolan, Penyusup Berhasil Masuk Pangkalan Pesawat Kepresidenan AS

Pada 2019, Putin dan Xi berjabat tangan atas proyek pipa gas penting yang menghubungkan Siberia ke timur laut China.

Pada tahun 2020, kapal perang dan jet tempur Rusia bergabung dengan latihan militer China di Pasifik barat. Mereka juga mulai bekerja sama di Kutub Utara.

"Tanpa kehadiran dan kemitraan Angkatan Laut Amerika yang berkelanjutan di kawasan Arktik, perdamaian dan kemakmuran akan semakin ditantang oleh Rusia dan China, yang kepentingan dan nilainya berbeda secara dramatis dari kita," bunyi laporan Angkatan Laut AS baru-baru ini.

Sekitar 90 persen perdagangan dilakukan melalui laut. Es Arktik yang menyusut dapat secara dramatis mempersingkat rute pengiriman ke dan dari Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

“Jika dibiarkan, keuntungan tambahan dari peningkatan agresi dan aktivitas jahat dapat menghasilkan fait achievement, dengan keuntungan strategis jangka panjang bagi para pesaing kita,” imbuh laporan Blue Arctic: A Strategic Blueprint.

Skenario Kasus Terburuk

Fellow senior Hudson Institute Center for Defence Concepts, Bryan Clark, mengatakan Barat perlu mempertimbangkan kembali bagaimana bersaing dengan aliansi Rusia-China. Dia memperingatkan bahwa aliansi itu jauh melampaui kerjasama kapal perang dan pesawat tempur.

“Kecuali (Pentagon) mulai memikirkan kembali skenario dan menyeimbangkan kembali pasukannya, keberhasilan zona abu-abu China dan Rusia baru-baru ini di Laut China Timur dan Selatan atau Crimea dapat menjadi norma dan militer AS dapat menemukan dirinya kalah dalam pertempuran beberapa inci melawan pesaing yang sabar yang bersedia memainkan permainan panjang," paparnya, seperti dikutip news.com.au, Sabtu (6/2/2021).

Clark mengatakan Barat percaya skenario terburuk termasuk invasi ke Taiwan. "Blokade berkepanjangan pulau barat daya Jepang atau ancaman kapal selam berkelanjutan di lepas pantai AS," ujarnya.

Baca juga: Kapal Perusak AS Berlayar Dekat Paracel, Langsung Diusir Militer China
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved