Jenderal Tertinggi NATO: China dan Rusia Bentuk Poros Kekuatan Baru

Sabtu, 06 Februari 2021 - 06:16 WIB
loading...
A A A
Tetapi Clark mengatakan Moskow dan Beijing sangat menyadari hal ini dan telah menyesuaikan rencana mereka. "Keduanya secara metodis mengembangkan strategi dan sistem yang menghindari keuntungan militer AS dan mengeksploitasi kerentanannya dengan menghindari jenis situasi yang telah disiapkan pasukan AS," imbuh dia.

Mereka telah mengalihkan medan perang utama mereka dari laut dan langit ke domain digital dan propaganda.

"Militer China dan Rusia berusaha menjadikan informasi dan pengambilan keputusan sebagai medan pertempuran utama untuk konflik di masa depan...(untuk) mengarahkan pasukan untuk secara elektronik atau fisik menurunkan sumber informasi dan komunikasi lawan sambil memperkenalkan data palsu yang mengikis orientasi dan pemahaman pembela hak asasi manusia (HAM)," kata Clark.

Operasi hibrida tindak lanjut, atau zona abu-abu, yang menggunakan paramiliter dan "tentara bayaran" kemudian dapat mencapai tujuan tanpa memberikan pemicu langsung untuk pembalasan.

Tatanan Dunia Baru

Chairman China Jian Zemin dan Presiden Rusia Boris Yeltsin bertemu pada tahun 1997, bersumpah untuk "mempromosikan multipolarisasi dunia dan pembentukan tatanan internasional baru".

Pengganti mereka, Chairman Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin, berada di jalur yang tepat untuk menerapkan rencana itu.

“Para analis di Barat secara khusus meragukan bahwa Beijing dan Moskow dapat mengatasi ketidakpercayaan dan persaingan selama puluhan tahun untuk bekerja sama melawan upaya AS untuk mempertahankan dan membentuk tatanan internasional,” tulis ilmuwan politik Profesor Alexander Cooley dan Associate Professor Daniel Nexon.

“Tapi deklarasi 1997 sekarang tampak seperti cetak biru bagaimana Beijing dan Moskow mencoba mengatur ulang politik internasional dalam 20 tahun terakhir," lanjut kedua pakar tersebut.

Keduanya berusaha memanipulasi dan mendiskreditkan organisasi internasional dan institusi Barat.

“Pada saat yang sama, mereka membangun tatanan alternatif melalui lembaga dan tempat baru di mana mereka memiliki pengaruh yang lebih besar dan dapat mengurangi penekanan pada hak asasi manusia dan kebebasan sipil,” imbuh mereka. “Hasil akhirnya adalah munculnya struktur paralel dari pemerintahan global yang didominasi oleh negara otoriter dan bersaing dengan struktur yang lebih lama dan lebih liberal.”

Itu adalah hasil dari aliansi mereka yang semakin meningkat seperti halnya latihan militer gabungan yang lebih terlihat.

"Beijing dan Moskow tampaknya berhasil mengelola aliansi kenyamanan mereka, menentang prediksi bahwa mereka tidak akan dapat mentoleransi proyek internasional satu sama lain," kata Cooley dan Nexon.

Persaingan kekuatan besar baru ini sedang diperjuangkan di antara organisasi non-pemerintah internasional, badan amal, lembaga pemberi pinjaman, dan pengadilan hukum.

“Meskipun Amerika Serikat masih menikmati supremasi militer, dimensi dominasi AS itu sangat tidak cocok untuk menangani krisis global ini dan efek riaknya," papar Cooley dan Nexon.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Kronologi ART Angel...
Kronologi ART Angel Lelga Ketahuan Mencuri, Berawal dari Cari Barang yang Mau Dipakai
Berita Terkini
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved